Sebuah Kata Pendahuluan

Puji syukur selalu senantiasa aku panjatkan atas segala bentuk  kasih, sayang dan kesempatan yang telah diberikan oleh-Nya.

Terima kasih atas kunjungan anda .. semoga segala bentuk tulisan di sini bermanfaat dan memberikan sedikit inspirasi atau bahkan bisa membangkitkan kalian-kalian semua dari ketidakberdayaan yang mungkin pernah atau akan atau telah pernah kalian rasakan. Heee.

Segala bentuk kritik, saran, cercaan, makian, atau mungkin pujian…akan selalu saya terima demi kebaikan ke depan.

Akhir kata … Aku ucapkan TERIMAKASIH atas kepeduliannya pengunjung semua yang mau memainkan mata ke kiri dan ke kanan membaca semua yang ada.. .. .

Comments (14) »

sok. . .

Sekarang ini lagi marak banget yang namanya kompetisi tulis-menulis. Wuihhh…secara hadiah yang ditawarkan juga sangat menggiurkan. Maka, orang-orang mulai berduyun-duyun, lari-lari, jungkir-jempalik berlomba lomba mencari inspirasi buat tulisannya. Ada yang rawuh ke tempat Mbah marijan minta doa pendatang inspirasi dari Mak Lampirnya Gunung Merapi (hee..), ada yang semedi di pinggir Kali sambil sesekali mengikal kail (itu mah mancing neng!!), ada yang nyolong-nyolong rambut Andrea Hirata trus ditempelin pake dabeltip ke rambutnya sendiri biar kecipratan jiwa nulisnya trus bisa dapet inspirasi yahud dari rambut itu, bahkan ada juga yang sampai tidur jongkok nahan ngorok komat-kamit. Ih…segitunya ya!!!
*hadu…ngaco sangat!!*

Lepas dari itu semua, Bluk!!! jatuh deh!! Lepas kok . . .??**
Menulis itu butuh satu energi. Yah, karena sebuah tulisan yang dipondasi dengan energi yang kuat pasti akan lebih memiliki ruh yang mampu memikat pembaca daripada sebuah tulisan yang rada maksa hanya bermodal motivasi ikut ambil kesempatan menang dapet hadiah doang!!

Dan energi itu adalah . . .”CINTA”.

He..he… emang ada hubungannya ??
*Kalalu nggak ada ya diada-adain.*

Ketika kamu memulai menggoreskan ujung penamu dengan cinta dan perasaan bahagia, inspirasi akan mengalir terus-menerus. Sampai-sampai kau sendiri tak bisa membendungnya *banjir tuh!!*

Hee…jadi inget kata Bu Guru Fisika beberapa hari yang lalu. Menginspirasiku…
Latar : suasana kelas yang damai, angin semilir, sesekali terdengar burung berkicau.Pelajaran fisika berlangsung. . .
Bu Fisika : “Siapa yang tau contoh gelombang??”
Andri (Si Pak RT yang betah jadi bintangnya kelas) : “Gelombang tali Buk!! Gelombang air!!”
Bu Fisika : “Sip!! Trus…??” ( manggut-manggut dan masih ngotot nunggu yang lain ngomong)
Anak-anak : ??!!!!!***//!!!
Rizal : ” Gelombang cinta bu!!” (wah.. nyeplos kok nggak kira-kira!!)
Bu fisika : ” Haduuu…”(ngelus perut tanda bingung)
Anak-anak pada ngakak. . .
Trus Bu Fisika melanjutkan penjelasannya..
Anak-anak mulai pasang tampang serius lagi.
Bu Fisika : ” Ya..ya!! saya hargai semua pendapat kalian.Eh, itu kok bisa dinamakan gelombang cinta kenapa?? Tau nggak?”
Wah, Bu Guru ketularan ngaco ni. Kan nggak ada sangkut pautnya sama fisika.
Anak-anak : “Ha???” (Karna bergelombang daunnya kali buk!! atau karna yang beri nama dulu lagi jatuh cinta!! atau cinta si pemberi nama lagi bergelombang!! Hah….intinya nggak nyambung sama fisika deh. Satu pemikiran siswa yang konyol.)
Bu Fisika : “Gelombang cinta itu nanamnya PAKE CINTA. kalau enggak pasti mati!!”
(Lho kok gitu si???Pake cinta kalau nggak ada tanah juga pasti mati!! Wah…gara-gara Rizal ni!!)
Bu Fisika : ” iya!!! tanpa cinta dia nggak akan tumbuh subur. Pasti layu. Mati. Coba tanya aja sama penanamnya….pasti mereka nanamnya pake cinta!!”
Anak-anak : “Owh….” (Sangat terpesona)
Bu Fisika : “Emm kalo nggak percaya kalian coba aja, nanam tanaman pas hati kalian berbunga-bunga sama nanam tanaman pas hati kalian lagi patah alias sedih. Pasti tu tanaman tumbuhnya beda!!!”
Anak-anak : “Owh….” (Keplok-keplok makin terpesona)
( Pesan : Kalau mau cari pacar yang hobi tanam-menanam aja!! soalnya mereka banyak cinta!! Hee…)

Wah..bener nggak ya!! Rada sangsi juga sih.

Pasalnya yang namanya ngelakuin sesuatu tu NIAT pasti nomor satu. Trus kalau udah niat nggak usah pakai cinta juga bisa kok. Iya nggak ya????
Emm…seberapa besar sih arti sebuah cinta itu??? Melebihi motivasi yang tiap hari kita pupuk??? Lebih pentingkah dari perasaan lain yang pernah kita rasa???
Ah, hanya TUHAN yang tau jawabannya. *Lho kok????*
Benarkah jika kita mengawali semua aktifitas kita harus didasari cinta agar hasil akhirnya sempurna???
*mungkin ada benarnya juga*

Hadu…jadi ngelantur!!
Back to tulis-menulis aja!!!
Emm…setelah kita mengawali dengan NIAT dan CINTA (ini disarankan) inspirasi sangat penting untuk melanjutkan arah kemana ceritamu akan dibawa. Sesuatu yang mengilhami gitu ya… Jadi dari situ kita bisa menata alur-alur cerita lain yang akan menyambungkan kata demi kata sehingga bisa terangkai sempurna dan sampai akhirnya kita mampu memberikan point-point penting atau HIKMAH pada para penikmat karya yang telah kita buat..
Kenapa harus ada hikmah???
Ya, kalau menurutku itulah ruh dari suatu bacaan, dimana kita dapat memberi pelajaran bagi mereka yang membaca karya kita. Mereka dapat memetik pelajaran atas apa yang mereka baca. Jadi pembaca tu nggak hanya mubazir lirik kanan, lirik kiri.
Setelah nemu inspirasi, kita bisa mulai membumbui cerita kita dengan pilihan kata yang menarik. Ya, paling nggak bahasa kita “sreg”lah sama pembaca yang kita incar. Misal kita pengen buat tulisan motivasi buat remaja, maka kita harus sesuaikan bahasa yang pas buat mereka ada guyonnya mungkin, yang jelas bukan bahasanya dosen!! (hee…). Trus selalu jaga mood, karena suasana hati sangat berpengaruh pada karya kita. Ceile…
Kuasai emosi saat menulis, konsentrasi dan jangan pernah sekali-kali merendahkan kualitas tulisan kita. Ini untuk menyemangati diri saja, saat kita merasa tak percaya diri, maka pintu kegagalan terus mengusik kita untuk masuk ke dalamnya. Biarkan tulisan yang kita buat ngelantur, karena kita bisa mengeditnya lagi, yang penting semua inspirasi tercurah. Jangan lupa gunakan pula imajinasi kita, rada mengkhayal dan berandai-andai atau menceritakan hal yang tak bisa dinalar, itu sah-sah saja. Yang paling penting kita selalu berdoa, mohon kelapangan dari-NYA. Minta setetes ilmu dari samudra keagungan-NYA.
Itu pengalaman , step-step yang pernah saya alami saat mau menulis.

* Ya..jelas dong!! Menulis karena tugas dari guru.*

Kunci sukses ada di hati kita masing-masing!!!
Salam super!! *Lah..kok?!*

Disarankan untuk konsultasi ke orang-orang yang jauh lebih tau tentang dunia ini. (Bukan pada siswa dodol bin konyol ini.) I’m just an innocent. NIAT HATI INGIN BERBAGI, TAPI…SOK MENGGURUI*
Sekiranya dibukakan pintu maaf yang selebar-lebarnya
* Kalau nggak lebar takut nggak muat.*

Leave a comment »

Jangan bilang kau HIDUP kalau kau tak punya PEGANGAN HIDUP!!!

Sekian lama tak bersua. Hee…
Adakah di sana kau rindu padaku?????
Eleh..eleh!!!

Sekiranya kata itu yang menjadi tolok hingga aku harus mengungkapkannya.

Biar. . .

Kalian pernah merasa sakit hati karena tak dianggap ada???
Kalian pernah merasa terkucilkan karena pemikiran kalian yang rada abnormal??? (haha)
Atau kalian dendam pada orang-orang yang mengekang keputusan kalian mencari jati diri kalian???
Suatu saat pasti kalian pernah merasakannya, entah sepenuhnya atau hanya secuil saja.

Yah, itu konsekuensi hidup. Hidup itu Read the rest of this entry »

Comments (1) »

KULITINTA BUBAR????????

Haha….
Kata-kata yang sering mengiang-ngiang di seputar telingaku.
Bagi yang belum kenal Kulitinta, silakan lihat posting yang terdahulu.

Kalian tahu arti sebuah amanah????
Amanah, menurutku adalah suatu tanggung jawab yang telah orang lain beri pada kita atas dasar percaya.
yah, itu yang aku tau.
Tapi saat kau tak bisa mengemban amanha itu dengan maksimal????? Apa yang akan kalian lakukan???
*Mati aja lo!!!*

Miris tiap kali aku dengar kata Kulitinta.
Rasanya seperti menelan mentah-mentah kerikil api. Panasnya menjalar dari dada Read the rest of this entry »

Leave a comment »

Kehilangan sosok dia. . .

” Inilah saat terakhirku melihat kamu…jatuh air mataku. . .”

hiiii….

Yah, aku tak tau…rasanya pengen saja mengungkapkan semua ini. Biar!!! Biar semua orang tau!!! Betapa sedihnya aku kehilangan sosok dia. . .

Dia???? Siapakah dia????

Seorang teman yang selalu ada dalam setiap lamunanku. Seseorang yang bisa membuatku yakin bahwa aku ada. Dia sosok yang amat aku sayang, satu tingkat dibawah rasa sayangku pada orangtua dan keluarga.

Dia. Dia yang selalu menyadarkan aku, meluruskan saat langkahku melenceng dari janji-janjiku. Dia begitu berharga. Precious one!!!

Kalau teman-teman bisa mengenalnya, pasti takkan rela hapus memori bersamanya. Dia begitu indah. Anugrah indah dari berjuta anugrah yang bertebaran dari TUHAN. Dia satu dari penyemangat hidupku, motivator abadi yang tak kan rapuh dimakan waktu. Tanpa senyumnya hariku terasa gelap, kering!!

Saat aku belum tau di luar sangkarku ada panorama indah, dia telah mengetahuinya. Dia tuntun aku terbang menikmati keindaha yang pernah dia temukan. Setiap bahagianya, pasti ada aku!! Tapi…tak semua pedih yang dia rasa aku tahu. Dia sangat pintar menyembunyikan sedihnya. Sosok ceria sepanjang masa. Seorang teman yang tak hanya pintar, tapi berakhlak juga. Pantas jadi Teladan!!!

Hah!!!

Kemana aku harus mencari pengganti dirimu kawan?????

Haruskah kututupi rasa kehilangan ini??? Aku…seperti janji yang pernah terukir lewat bibir kecil kita, bahwa kita TEMAN SEPANJANG MASA.

Selalu kurindu pelukan hangatmu, pelukan yang membuatku mampu bangkit, mengusap linangan air mata. Kau satu dari sosok idolaku…

TUHAN jaga dia untukku!!!

Comments (3) »

Aku takut!!

Bayangkan saja hari ini 23 Maret 2009

Heeee rada maksa.

Semalam tidur gak begitu pulas. Debar jantung menyambut usia 17 (Haaaa…). rada lebay juga kenapa harus “se-ndredeg” ini.

Pukul 00:04:00 ada sms masuk. Pesan “hepi b’de” pertama dari teman. Begitu seterusnya aku diberondong pesan-pesan dan doa di hari jadiku.

Sujud syukurku Ya-ALLAH Engkau kirimkan orang-orang yang begitu menyayangiku. Orangtuaku (tak tergambar ucapan trimakasihku), adekku, simbah di rumah juga (Aput, Pak Nur yang lembut mengelus kepalaku dengan untaian doa), teman sekolah di STM, teman SMP, beberapa teman SD (makasih Bro!!), sanak saudara, handai taulan, mas-mas dan mbak-mbak di rumah, temennya adekku, temennya temenku (halah!!) dan semua orang yang dengan tulus memohonkan doa pada-MU untuk seorang biasa yang tepat hari ini bertambah satu usianya. Rasanya semua orang menyayangiku sepuluh ribu kali lipat dari hari-hari biasa.

Berangkat sekolah rada gimanaaa gitu. Emm..trimakasih untuk semua teman yang memberiku semangat buat hadapi hari esok lewat jabat tangan kalian.

Sebenarnya apa yang aku takutkan setelah usia ku 17 tahun adalah bukan hari ini, bukan di tanggal 23 Maret. Tapi di jalan yang baru saja aku masuk ke sana….jalan yang akan kupilih hingga dapat mengantarkanku ke masa depan yang itu semua masih dipegang TUHAN. Sungguh, aku masih takut menghadapi hari dewasaku. Jalan ini, remang-remang ku telah berani melangkahkan kaki ke sana.

Apapun yang akan ku hadapi nanti, aku percaya aku tak akan pernah sendiri. Tinggal kuatkan tekad dan semangat untuk mengisi kegalauan hati yang selalu mendera. Bismillahirrahmanirrahim!!!! Ku mulai hari-hari di dunia nyata ku, di dunia yang mengharuskanku memikirkan hidup. Bismillahirrahmanirrahim!!!

. . . . .

23 Maret 2009

Buat Uswatun

“If you feel down see and talk to me…maybe you will be happy, so I to say for you Best Wishes and Happy Birthday”

Walau jarak memisahkan kita

Dan kejauhan membatasi sejuta kerinduan ini

Namun itu tak menghalangi turut sertaku di harimu

Sebagai pengganti kehadiranku, terimalah lewat lembaran ini

Kepadamu … di saat hari jadimu

Kutitip rindu dan salam serta

Kuucap Selamat Ulang Tahun

Semoga panjang umur.

Kesuksesan, keceriaan, kebahagiaan cita dan cinta

Selalu menyertai setiap langkahmu.

Ehh…tambah dikit!!!!!!!

Barang ini, mungkin gak berarti apa-apa . .

Tapi ketulusan menerima dan keikhlasan dalam memberi, semoga dapat mempererat persahabatan kita.

Happy Birthday

Jadikan segala sesuatu yang kita lakukan hanya karena ALLAH. Maafkan semua kesalahanku yang sudah-sudah maupun yang akan datang.

Salam Dariku,

Hahaaaa. . .

Surat sahabatku.

Comments (2) »

. . .

Hari itu, Minggu 22 Maret 2009. Bangun tidur aku gak langsung beranjak, kuhirup nafas dalam-dalam….

ah!! bukan karena hari Minggu libur trus bisa seenaknya bangun siang. Satu alasan untuk itu. Karena hari itu adalah nafas terakhirku di tahun ke-16. Ya…nafas terakhir di tahun ke-16. Sambi mengingat-ingat hal apa yang sudah aku lakukan selama satu tahun ini, adakah suatu yang bisa membuatku bangga pada hidupku?? aku bertanya. Tentu ada.

Tak kuasa aku menahan air mata…(uwahh pagi-pagi mewek). Sehari itu hatiku sungguh berdebar tak terkendali. Semua aktivitas yag aku jalankan tak dapat menghilangkan ingatanku pada hari esok, hari dimana aku akan menemui diriku dengan umur yang telah bertambah satu. 17 tahun….rasanya hidup ini begitu cepat. Benarkah jarum jam penunjuk waktu tidak berjalan terlalu cepat?? Entahlah.

17 tahun, usia yang kata orang adalah usia terindah saat kita mulai beranjak dari anak-anak ke masa yang lebih berat tantangan hidupnya, yah..masa dewasa. Rasanya ngeri membayangkan harus meninggalkan saat-saat indah dulu kecil. Tambah ngeri lagi kalau membayangkan susahnya hidup jadi seorang dewasa. hah!!!

Mungkin memang ini sudah saatnya bagiku, dan bagi semua remaja seusiaku yang dag-dig-dug menyambut 17 tahun bahwa kita harus mampu menatap hari esok. Tidak semestinya kita terus terbelenggu dalam kungkungan sangkar masa kecil. Yah, setiap usia bertambah haruslah selaras dengan bertambahnya pemahaman kita pada makna hidup yang sudah kita usahakan ini.

Dulu waktu kecil tak pernah terlintas di benak kita bagaimana persaingan hidup yang semakin hari benar-benar semakin tinggi tingkat kompetisi manusia. Tak pernah terbersit sedikitpun kalau masa yag akan kita hadapi ini tak tanggung-tanggung menyeleksi setiap manusia yang berhak mencicipi manisnya masa depan. Saat itu hal yang bisa kita pikir hanyalah sekedar main, jajan dan tertawa bersama teman-teman.

Besuk, saat usiaku sudah benar-benar 17 tahun aku harus bisa menutup lembaran kelam masa sebelumnya. Sebisa mungkin harus ku tinggalkan sifat-sifat yang itu bisa merugikanku sendiri. Aku harus bisa mengubah kebiasaan-kebiasaan buruk yang melekat di sini, di sisi jiwaku. Saat usiaku 17 tahun, aku harus berani menatap hari esok, bahwa hidupku tidak boleh sia-sia. Akan kupenuhi janji-janjiku pada masa depan….akan kuusahakan semua mimpi yang pernah kurajut. Biarlah orang bilang aku hidup dari mimpi, biarlah orang mencibirku karena aku terlalu percaya pada diriku yang lemah di mata mereka. Aku gak akan peduli pada ucapan-ucapan yang membunuh keberanianku.

Hari ini , sehari sebelum usiaku 17…kuuntai doa pada TUHAN Yang Maha Rahman dan Rahim, kuucap syukur atas semua yang pernah aku dapat selama hidup ini, terlebih hembusan nafas ini.

Hari ini, sehari sebelum usiaku 17 …aku masih sedikit takut menghadapi kenyataan bahwa aku harus mulai berfikir dewasa.

Hari ini, sehari sebelum usiaku 17 …ku susun semua rencana-rencana hidupku yang kupegang kukuh sebagai rahasia alam…..masih sebagai rahasia.

Comments (2) »

bukan “lelah” ini namanya…

huaaahemmmm. . .

Lagi-lagi aku terpaku dalam lamunan. Membangun sebuah alur cerita yang hanya aku dan ilusiku yang ada. Jauh…nun jauh di sana, tak seorangpun dapat mengejarku bahkan untuk menemukanku di sana.

Aku..

Lagi-lagi aku yang hidup dengan penuh keluhan.

( Padahal aku tahu tak seharusnya hidupku tercoreng-moreng dengan segala keluh, kesah yang selalu melanda hati, menebarkan benih-benih kegalauan.)

Aku..

Tak pernah terpikir dalam lamunanku hal seperti yang baru saja aku temukan ini.

Seorang ibu muda, dengan seluruh peluh, keringat membasah dari ujung rambut yang kusam, menetes..mengalir menuju arah yang pasti lebih rendah dari awal dia muncul. Lihatlah kemeja putih yang dikenakannya. Ada beberapa bekas lubang, entah sobekan karena apa. Tangannya tak lagi menenteng sesuatu nyang biasa. Yang kanan menengadah, yang kiri sibuk merapatkan lengan memegang suatu yang bukan biasa. Kakinya tak lagi mulus, kering kusam. Ah,,bukan pada si ibu aku meletakkan rasa kasihanku.

Pada hal yang bukan biasa di tangan kirinya. Ya, seorang bayi yang aku yakin belum genap 3 bulan umurnya,kecil, diam.  Kalaulah TUHAN mengijinkan diperdengarkan keluhnya, pasti dia akan bilang “Aku ga kuat di sini. Sadarlah kalau tempat yang pantas buatku adalah kasur empuk, dengan mainan yang bergelantungan di sana, sebotol susu yang amat manis yang bisa mengurangi dahagaku. Bukan di sini!! Di perempatan yang bising, aku sampai tak bisa menangis menahan panas yang membara. Tidakkah kau lihat aku sudah tak kuat dengan bunyi klakson-klakson mobil itu?? Tidakkah kau tau Ibu, bukan di sini tempatku??”

wah, sungguh malang nasibnya. Rasa perih itu tak begitu sebanding dengan rasa perih yang (bagiku banyak hal-hal yang membuatku perih).

Sungguh ..Aku..seperti layaknya umat yang tak bisa syukur nikmat.

Keluh yang selalu kuungkapkan..adalah keluh karna aku tak mampu hanya untuk sekedar menahan semua perasaan gundah.

Tak seharusnya aku berkeluh. Tak sepantasnya.

Mereka…orang-orang yang diberikan cobaan lebih, jauh lebih berat dari ku saja banyak yang diam. Tak usah berkata-kata bahwa hidupnya kini tengah dirundung duka. Cukup sajalah dia dan TUHAN yang tahu.

Ooohhh…sungguh mulia.

Sering aku berjanji pada diriku sendiri.

Tak kan pernah menghapus senyumku pada setiap orang yang aku temui walau hatiku sedang perih, perih sejadi-jadinya sekalipun.

Sering aku berjanji pada diriku sendiri.

Aku akan jadi seorang Srikandhi sejati. (eleh-eleh aku ga kenal dia). Seorang yang selalu berbesar hati saat tamparan datang bertubi-tubi, menusuk-nusuk halus hatiku. Tapi perih benar-benar perih.

Sering aku berjanji pada diriku sendiri.

Aku tak akan pernah berpaling dari orang-orang yang butuh suplai motivasi, butuh aku saat mereka down. Bahkan dengan senang hati aku relakan kepentinganku demi dia.

Sering aku berjanji pada diriku sendiri.

Tak kan pernah ku sakit hati pada orang-orang yang telah menyakitiku. Pada orang-orang yang tak pernah merasa bahwa dia menyakitiku.

Sering aku berjanji pada diriku sendiri.

Tapi janji itu, kadang menguap bersama hangatnya abu. Kadang terikat kuat di hati tapi cepat-cepat lari bersama angin.

Aku..

Lagi-lagi aku. Hanya seorang aku yang kadang aku sering merendahkan diri (padahal aku tahu itu hal yang lama aku benci) masih n\berusaha membuat segala sesuatu yang melekat padaku, pada hidupku menjadi benar-benar LUAR BIASA.

Yah, semua ada padaku sendiri.

Comments (3) »

seneng bilang..”Hebatt!!!”

” Hari yang hebat untuk orang-orang yang merasa dirinya hebat!!”

hahaaa sms dari teman. Ya setelah seharian kita bareng-bareng kerja keras.. (Lebay!!)

Wahhh…aku makin salut dengan dunia ini. Dengan mereka-mereka yang merasa bangga jadi diri mereka sendiri, dengan mereka yang mungkin tak pernah terlintas rasa “ngiri” pada apa yang menjadi kelebihan orang lain.

Wahhhh. . .

Hari ini ada moment penting.

Aku, ikut anak-anak ROHIS KHARIMA SMK 2 Yogyakarta dalam acara penggalangan dana kemanusiaan atas Agresi Israel terhadap Palestina.

” Ini bukti jihad kita Us, semangat!!” kata seseorang di sana.

wah, betul tu!! Aku yang tak tau apa-apa aja juga prihatin banget sama nasib saudara-saudara di sana!!

Wuaaahhhh..hari yang hebat!!!

Aku ga nyangka, teman-teman yang diminta bantuan untuk keliling sekolah menenteng kardus (kotak amal) untuk Read the rest of this entry »

Comments (2) »

Kronologi Perang Gaza

Berikut kronologi Perang Gaza sejak gencatan senjata Hamas – Israel di Jalur Gaza berakhir bulan lalu. Per 14 Desember 2008 s/d 08 January 2009.

sumber : yuhendrablog.wordpress.com

14 Desember 2008: Pemimpin Hamas Khaled Meshaal mengatakan kelompoknya tidak akan memperbarui gencatan senjata enam bulan dengan Israel.

18 Desember 2008: Hamas mengumumkan berakhirnya gencatan senjata yang sebenarnya akan berakhir sehari mendatang, ditandai dengan meningkatnya pertempuran lintas batas.

24 Desember 2008: Para pejuang Palestina di Gaza menembakkan roket ke Israel.

27 Desember 2008: Israel melancarkan serangan udara ke Gaza untuk menjawab serangan roket dan mortir Hamas, menewaskan setidaknya 229 warga Palestina.

28 Desember 2008: Serangan udara Israel mengenai Universitas Islam dan membidik terowongan Read the rest of this entry »

Leave a comment »

Sampai lupa !!!

Mohon doa kalian semua yang liwad sini…

Temenku,,LISTIYANTO PAMUJI alias PAm2 sakit,, dia abis kecelakaan..

Semoga kesehatan cepat datang!!AMINN

Memang kadang TUHAN mengingatkan kita lewat hal yang tak pernah kita bayangkan!!!

Oke!!!

harus hati-hati..

Pam,,get well soon yah!!!

Kita ada untuk kamu

Jangan anggap diam kita karna kita tak peduli

Leave a comment »