ALLAH SWT menaungi pemuda yang hatinya terkait dengan masjid

Dalam pikiranku tersirat bayangan seorang pemuda yang benar-benar mengabdikan diri untuk kebaikan dan kemajuan masjidnya. Dia selalu meluangkan waktunya untuk melakukan ibadah di masjid, walau keadaan mendesak sekalipun. Dia selalu mengusahakan segala yang terbaik untuk masjidnya, dia rela merawat dan memerdekakan masjid tempat ia selalu berkeluh kesah kepada Dzat Yang Maha Penyayang.

Terinspirasi dari situ, aku putuskan untuk bergabung dalam organisasi Kerohanian Islam di SMK N 2 Yogyakarta, dimana aku sekarang sedang menimba ilmu. Awal masuk ROHIS KHARISMA Baca lebih lanjut

Iklan

Si bontot yang berkiprah di dunia jurnalistik

Bontot atau lebih bakunya terkecil, tidak hanya disebutkan bagi seorang anak bungsu saja. Siswa SMK Negeri 2 Yogyakarta memanggil KULI TINTA sebagai organisasi bontot di sekolah kita. (Ya, sebelum lahir bontot-bontot yang lain tentunya)
Organisasi yang tepat lahir pada tanggal 14 September 2007 ini terbentuk karena kemenangan SMK Negeri 2 Yogyakarta dalam perlombaan Web Sekolah tingkat Nasional tahun 2007. Adanya pemikiran “ sangat disayangkan jika web sekolah yang sudah dengan susah payah terbentuk ini hanya disia-siakan”, maka KULI TINTA pun dirilis. Organisasi yng bergerak di bidang jurnalis ini bekerja sebagai wartawan sekolah yang mengemban tugas untuk selalu meng-update segala berita seputar sekolah, kemudian meng-uploadnya ke Web Sekolah ( yang beralamatkan www.smk2-yk.sch.id) sehingga para pengunjung dapat mengetahui berita-berita terkini di SMK Negeri 2 Yogyakarta yang selalu up to date.
Untuk dapat menjalankan tugas dengan baik, KULI TINTA membentuk tim-tim kecil yang masing-masing tim memiliki tugas dan tanggungjawab sesuai apa yang diemban olehnya.
Untuk mendapatkan bahan berita yang akan di-upload, KULI TINTA menerjunkan langsung Tim Berita yang Baca lebih lanjut

Ruang VIP itu…

Very Important Person. Ruang VIP yang saya maksud di sini lebih dikenal dengan nama ruang SAS (Self Access Study), ruang di mana semua siswa dapat mengakses langsung kebutuhan mereka akan mata pelajaran yang diajarkan di sekolah lewat sebuah jendela khusus yaitu E-Library atau digital library.

Namanya juga VIP, ruang ini sarat dengan fasilitas-fasilitas yang serba high class. Mulai dari desain ruangannya yang menyegarkan, nyaman untuk belajar serta lengkap dengan pendingin ruangan, komputer-komputer yang tertata rapi, tempat duduk yang nyaman, dan sudah tentu koneksi ke internet pula.

Yah, inilah satu contoh betapa sebuah instansi pendidikan sangat membutuhkan sarana Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk menunjang kemajuan pendidikan seluruh lapisan warga sekolah di bidang iptek khususnya.

Ruang Self Access Study di sekolahku ini benar-benar dimanfaatkan sepenuhnya untuk Baca lebih lanjut

Teknologi Informasi di sekolah

Kata orang awam, anak-anak yang sekolah di SMK sebagian besar dari kalangan keluarga menengah ke bawah yang sudah pasti minim pengetahuannya tentang teknologi. Dalam angan mereka penghuni SMK yang didominasi dari kalangan “wong ndeso” ini cenderung hanya sebagai follower dan penikmat hasit perkembangan teknologi saja, tanpa suatu pemikiran darimana dan bagaimana semua alat-alat canggih itu diciptakan. Mungkin pendapat tersebut ada benarnya juga.

SMK 2 Yogyakarta, sebuah Sekolah menengah kejuruan yang terletak di pusat kota Yogyakarta, memiliki lebih dari 2000 siswa kelas 1, 2 dan 3 dari semua jurusan yang ada di sekolah ini. Berbagai kriteria siswa ditemukan di sini dengan berbagai ketrampilan yang mereka miliki dan dari berbagai kalangan mereka berasal.

Dari masing-masing jurusan yang ada tersebut, SMK N 2 Yogyakarta memberikan fasilitas yang Baca lebih lanjut

Teknologi di mataku

Merupakan kebutuhan primer saat ini, bahwa manusia tak dapat lepas jauh dari alat-alat bantu Komunikasi. Atas dasar dan landasan inilah, manusia mulai berfikir bagaimana dapat mewujudkan suatu komunikasi yang lancar tanpa hambatan. Dan hingga akhirnya muncullah berbagai penemuan-penemuan hebat seputar teknologi informasi&Komunikasi seperti yang dapat kita temukan sekarang.

Usaha demi usaha dilakukan sekuat tenaga demi tercapainya kebutuhan yang satu ini. Bagaimana tidak? Tanpa teknologi tersebut kita benar-benar bisa dikatakan kaum primitif yang terkurung dalam sebuah tempurung kesunyian yang nihil dengan budaya-budaya luar yang begitu besar manfaatnya.

Kebutuhan sebuah instansi sekolah misalnya, saat ini di seluruh lapisan dunia terbukti begitu butuh akan fasilitas-fasilitas komunikasi. Perkembangan zaman saat ini yang begitu cepat, secepat derasnya aliran sungai yang tak dapat terbendung dan tak terelakkan menjadikan kita selalu ingin mengikuti derasnya air mengalir. Betapa tidak, semua fasilitas ini memang sangat memudahkan kita dalam menjalin hubungan tanpa batasan ruang.

Menyimpang dari semua kebutuhan tersebut, kita harus melihat dari sudut pandang yang berbeda, seperti melihat para penikmat  fasilitas yang memmang benar-benar hanya sebagai seorang penikmat. Ya intinya kita harus selektif memilih dan menimang semua fasilitas komunikasi yang tersedia saat ini. Jangan jadikan semua yang telah ada sebagai bahan pemuas kebutuhan belaka, tetapi jauh di pemikiran kita, kita harus memikirkan juga bagaimana kita dapat menjadikan semuanya sebagai suatu dorongan agar kita mau dan merasa mampu mengembangkan semuanya yang telah ada dan selalu waspada dan menjaga diri dari godaan penyimpangan moral yang akhir/akhir ini terjadi.

Selamat Datang di Kolam ikanasinn

Layaknya Albus Dumbledore yang menuang isi pikirannya pada pensieve, saya pun ingin menuangkan ingatan saya pada blog ini. Sekedar untuk mengarsip kenangan.

Saya selalu mengagumi kata-kata Pramoedya Ananta Toer, “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” Saya sering membayangkan, Pram mengelus lembut kening saya, sembari berucap, “Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.” Dan, saya tersenyum, merasa seluruh alam mendukung pekerjaan mulia ini, belajar menulis, belajar mencipta keabadian.