Hujan Bulan Juni

Posting kali ini, meminjam judul puisi karya Sapardi, puisi yang sangat dielu-elukan seorang teman. Bisa jadi, posting kali ini juga khususon untuk dia. Semoga menghiburmu, di tengah lara yang menghimpit.

tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu

Cinta itu rahasia akan kerinduan. Lantas, bagaimana kita bisa menafsirkan dalam makna cinta? Ah, sekali lagi, saya mengakui bahwa Baca lebih lanjut

Iklan

Ah, Sayang!

Sayang, bangun! Maukah kamu memelukku barang sekejap saja? Malam ini begitu dingin, aku takut mati kedinginan. Kecuali jika aku mati dalam dekapanmu. Ah, Sayang! Kenapa kamu mengacuhkanku? Apa kamu tak percaya kalau aku benar-benar menggigil! Apa kamu pikir aku hanya merayu saja?

Sayang, kurasai akhir-akhir ini kamu berubah. Oh, aku paham, kamu mulai lelah dengan sikapku. Ah, tapi masa sih kamu mulai lelah? Bukankah kamu selalu bilang, aku adalah satu-satunya alasanmu untuk tetap tinggal.

Sayang, kamu masih ingat kan kenapa kita bertahan hidup bersama Baca lebih lanjut