Menghilanglah

Terlepas kita harus datang ke sana dan sana, bertemu dengan dia dan dia yang lain, kadang-kadang kita butuh untuk menghilang sejenak dari peredaran, melupakan hal-hal di luar sana, lalu mencoba melakukan beberapa hal yang sempat tertunda, hal-hal yang pernah kita janjikan pada diri kita sendiri untuk kita lakukan. Pengorbanan kecil semacam itu nyatanya tidak mudah. Benar-benar tidak mudah –setidaknya begitu yang saya rasakan–.

Mengenai hal-hal apa saja yang tertunda, yang semestinya kita lakukan setelah kita hilang dari peredaran, tentu masing-masing kita memiliki hutang pada diri sendiri yang berbeda-beda.

Iklan

Di Negeriku Hujan Kondom

Negeriku benar-benar ajaib. Bagimana tidak? Hari ini seluruh penduduk mendapatkan anugerah yang tak terhingga nilainya. Pembagian kondom sedang dilakukan besar-besaran, lewat darat, lewat laut dan lewat udara. Ribuan kondom jatuh dari langit, tersangkut di antara kabel listrik, di pepohonan, di atap rumah, di atap perkantoran, toko-toko, lokalisasi, di atap tempat ibadah, juga di atap sekolahan dan universitas-universitas. Seluruh jalan raya sempat mengalami kemacetan hebat lantaran kondom yang memenuhi jalan. Penerbangan juga diundur beberapa jam karena jarak pandang yang amat terbatas. Seluruh udara dipenuhi kondom. Kapal-kapal di lautan mematikan mesinnya, menikmati angin sepoi yang membawa kondom-kondom beterbangan di atas dek. Hanya kereta api yang tetap beroperasi normal. Nampaknya kondom tak begitu bermasalah pada rel. Saat ini, di negeriku keadilan bukanlah dongeng semata. Semuanya jadi bahagia, kondom telah tersebar rata ke seluruh nusantara.

Anak-anak memompa kondom untuk dijadikan balon terbang. Ibu-ibu memunguti kondom untukĀ  disulam menjadi kerajinan tangan, tentu saja setelah menyisihkan Baca lebih lanjut