Elegi Akhir Pekan

Akhir pekan, layaknya lolipop: manis. Setidaknya, banyak hal yang jauh-jauh hari direncanakan di hari lolipop itu. Misalnya, berlibur ke rumah nenek, ikut ibu berbelanja di pasar, atau pergi ke toko buku dengan ayah. Manis, bukan. Intinya, hari itu adalah hari yang sangat ditunggu-tunggu.

Hm, agaknya hari lolipop kini hanya milik kanak-kanak. Sebab, orang dewasa selalu menghitung manisnya hari dengan takaran-takaran. Beberapa menakar dengan uang, beberapa yang lain menakar dengan peluang. Lalu, hilanglah kemanisan hari itu dari kehidupan orang dewasa.

Iklan

Rindu (ku)

Terkadang rinduku terlalu dalam, seperti bebintangan yang selalu mendamba kelam. Rinduku begitu rusuh, membuat semuanya menjadi kisruh. Rinduku gelisah, seperti kering yang menanti basah. Jika begini terus-terusan, aku takut menjadi payah. Beri aku celah. Atau sedikit waktu untuk rebah. Biar kutemukan di mana sejatinya muaraku berpasrah. Menentukan arah, bukan mencari salah.