Ahmad Ihsani

Kau
Seperti Zeus yang mendamba cinta Hera
Akulah Hera yang akhirnya terdesak juga oleh cintamu
Dan Olimpus ada di genggaman kita

Mula-mula ibu mengajariku untuk memanggilmu kakak
Begitu pula ayah,
Menyuruhmu untuk memanggilku adik
Itu dulu, saat kita masih balita

Kau begitu sempurna menutup kelemahanku dengan cinta
Aku pun membalas budi baikmu dengan kesempurnaan caraku menghormatimu
Tapi takdir tuhan terlalu biadab!

Sembari kuingat sentuhan dan kecupanmu
Kubersihkan lumut-lumut yang menempeli betismu
Kusingkirkan belukar yang menyamarkan namamu
Kusegarkan seluruh tubuhmu dengan air yang
Kucampur doa dan tetesan air mata

Andai saja aku bisa membagi dua atau tiga tahun
Jatah usiaku untukmu
Tentulah hari ini kita masih bisa bercumbu mesra
Melanjutkan kisah Zeus dan Hera
-In memoriam, Ahmad Ihsani-