Kembali Pulang dan Kenangan-Kenangan

Senangnya merantau itu, selalu ada kata “pulang” sebagai ajimat. Dan, pada akhirnya, saya memilih “pulang dulu” setelah tiga tahun terakhir wira-wiri SM-3T dan PPG. Pulang dulu, karena insyaallah perjalanan akan saya lanjutkan di GGD Jilid III.

Karena judul postingnya Kembali Pulang dan Kenangan-Kenangan, maka saya akan bercerita sedikit perjalanan selama tiga tahun terakhir ini.

#1
SM-3T penempatan di Kabupaten Kepulauan Aru. Lokasi pertama di Desa Nafar, mengajar di SMP N 12 Terpadu Nafar. Desa ini sekitar dua jam perjalanan laut dari Kota Dobo. Nafar merupakan desa penghasil sopi (minuman keras dari nira kelapa) terbesar di Kepulauan Aru. Di Nafar, tidak ada listrik, sinyal masih bisa didapat jika kita berada di tepi pantai. Masyarakat Desa Nafar seluruhnya adalah umat Kristiani. Iklim belajar di sekolah anak-anak Nafar sejalan dengan  aturan belajar yang diterapkan oleh gereja. Lonceng gereja sebagai pengatur jadwal kita, kapan bermain, kapan ibadah, dan kapan belajar. Senang sekali saya bergabung dengan keluarga baru, keluarga yang tidak membedakan saya dengan yang lain karena agama yang saya anut. Kami tinggal di sebuah kelas kosong yang diberi sekat triplek. Tempat tidurnya matras sekolah yang belum dipakai untuk praktik olahraga. Meski sederhana, hati tetap senang karena rangkulan dari mama-mamanya anak-anak. Mereka selalu datang mengantar lauk makan, juga menanyakan kabar. Sayang sekali, karena ada kejadian yang tidak dapat saya ceritakan di sini, saya dan dua teman harus dialihtugaskan ke desa lain.

photogrid_1452045233458

#2
Dialihtugaskan ke Desa Samang, mengajar di SMP N 3 Samang, Pulau-Pulau Aru kira-kira satu jam perjalanan laut dari Kota Dobo. Desa Samang merupakan satu dari dua desa mayoritas pemeluk Islam di Kepulauan Aru. Tidak susah untuk beradaptasi di sana, baik bermasyarakatnya ataupun mengajarnya. Di Samang, tidak ada listrik dan sinyal. Sinyal ada sih, tapi musti naik ke pohon.  Senangnya hidup di daerah kepulauan adalah asupan vitamin sea setiap hari lengkap dengan seafood-nya. Selama di Samang, pernah merasakan jalan kaki lebih dari 20 km menuju kota karena sedang musim angin. Lalu, pernah juga main ke perusahaan mutiara dan budidaya ikan kerapu. Pernah ikut gotong royong pembangunan masjid. Pernah mancing malam-malam. Em, pernah juga ke Kaimana, kota senja di Papua. Pernah melewati UN bersama anak-anak di kota. Merintis perpustakaan dengan mendatangkan buku-buku dari Yogya dan Borneo. Pernah PD naik kapal di kala ombak tinggi meskipun tidak bisa berenang, alhasil takut tenggelam, haha. Banyak kenangan pokoknya!
20141129_155706

#3
PPG.
LPTK UNJ, Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Melewati dua semester yang fantastic. PPG itu, selain kehidupan asrama, ringkasnya,  semester pertama workshop penyusunan perangkat pembelajaran, peer teaching dengan dosen, guru pamong, dan teman sejawat, berulang sampai siklus ke-6. Lalu, empat bulan PPL di sekolah mitra LPTK sembari menyusun PTK. Selanjutnya, menyusun laporan-laporan dan tugas akhir. Dan diakhiri dengan UTL & UTN. Dua ujian ini yang sangat krusial menentukan kelulusan kita dalam memeroleh sertifikat pendidik dan gelar Gr. img_20160730_235503
Sekarang, pulang dulu. 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s