Pergi (lagi)

Semua berlalu begitu cepat, dalam hitungan hari yang terus mengerucut hingga sisa hitungan jam saja. Semua perantau paham, bagaimana rasanya meninggalkan kampung halaman. Tapi, beginilah hidup: kita tidak selalu mendapatkan apa yang kita inginkan. Hati selalu tentram di rumah orang tua, di tanah kelahiran. Tapi, katak dalam tempurung pun pasti ingin keluar melihat dunia. Terlalu mudah hidup jika hanya merasa yang nyaman-nyaman saja. Terkadang kita butuh jatuh untuk tahu bagaimana nikmatnya berdiri. Pun kita butuh salah untuk tahu bagaimana nikmatnya belajar. Ya. Seperti katanya, “Kamu salah, lalu seolah kamu ingin salahmu itu dibenarkan. Kamu sesali masa lalumu, kamu salahkan dirimu sendiri. Bukan, bukan begitu. Kamu salah, lalu kamu menyadari kesalahanmu. Selanjutnya kamu berjanji tidak mengulanginya dan mau belajar dari kesalahan itu. Itu yang benar.” Ah, sering pergi pun nyatanya belum bisa membuatku cukup bijak dan dewasa.

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s