Berjanjilah

“Berjanjilah, untuk tidak pernah melupakan satu sama lain.” Seseorang berkata padanya. Ah, bisakah ia? Sementara sebenarnya terlalu banyak hal tentang orang itu yang ingin ia kemasi, ingin ia taruh rapat-rapat di pojok laci hatinya, ia kunci laci itu, dan ia lempar kunci itu ke sungai. Begitu kejamnya kenangan meneror setiap detik yang dimilikinya. Begitukah memang kenyataan hati yang terkhianati?
“Berjanjilah, untuk tetap mencintai meski kita sama-sama tersakiti!” Seseorang berkata padanya. Ah, semestinya tak usah ia hiraukan perkataan orang itu. Ia pasti belum pernah merasakan kepedihannya. Bisakah hati yang tersakiti bertumbuh begitu saja?
“Berjanjilah, untuk tetap tersenyum meski sebenarnya kau selalu ingin menangis!” Ia, menepis sendiri sakit hatinya.

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s