Guru, Pengalaman yang Menggurui

Di sosial media, ramai sekali ucapan “Selamat Hari Guru” dan “Selamat Hari PGRI”. Ada juga yang bilang, “ini hariku”, “ini hari kita”, dll. Saya sengaja tidak iku-ikutan memberi ucapan demikian. Bukan karena lupa cara berterima kasih, tap toh tidak setiap perayaan harus dibombastiskan.

Pendidikan layaknya sebuah pesta yang tidak semua anak negeri mendapatkan undangan.

Pendidikan di Indonesia ini benar sebuah pesta. Anak-anak yang diundang datang adalah mereka yang berada di kota-kota besar, sedangkan anak-anak di pelosok tidak pernah tahu betapa meriahnya pesta pendidikan di negerinya. Di sana, kau akan temui sekolah tanpa satu pun buku pelajaran, sekolah tanpa satu pun sarana penunjang kegiatan belajar-mengajar, dan sekolah yang sering libur lantaran tidak ada guru yang hadir. Jika bukan karena gedung sekolah, bangku-bangku, dan papan nama sekolah, barangkali orang-orang tidak menyebutnya sebagai ‘sekolah’.

“Tuhan, betapa pilih kasihnya negaraku!”

Lalu, bagaimana saya harus ikut-ikutan berpesta merayakan hari guru. Sementara saya bukan siapa-siapa.

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s