Mengeja Lelah

12278627_10200986076211788_8090535075415673127_n

Akhirnya, dengan bantuan teman-teman di rumah, gagasan saya mendirikan taman bacaan masyarakat tidak hanya wacana semata. Di rumah saya sekarang, ada sudut baca dan sudut belajar untuk anak-anak dan masyarakat dusun pada umumnya. Dulu, di tempat pengabdian saya bisa mendatangkan lebih dari 200 judul buku atas bantuan teman-teman ICC, teman di Borneo, dan beberapa teman kuliah. Sekarang, di rumah, di kampung halaman sendiri, saya harus mampu berbuat lebih banyak lagi.

Sering sekali saya mendapat tentangan. Katanya, “buat apa sih repot-repot mikir orang lain, memangnya mereka bakal memikirkanmu juga? Mendingan sibuk ngurus diri sendiri, karir, hidup mapan, bahagia. Kamu malah habisin tenaga, waktu, pikiran, bahkan duit buat acara-acara nggak penting. Sok gabung organisasi ini-itu, sok usul ini-itu, sok seneng bantu ini-itu, hasilnya apa?”

 Bagi saya, kata-kata seperti itu hanya bagian dari angin lalu saja. Tapi, toh saya hanya manusia biasa. Terkadang merasa sakit hati juga. Apalagi, beberapa kali justru ibu saya sendiri yang melayangkan protes. Sakit. Saya memang seorang pemikir berat. Dan, kata-kata nylekit  dari ibu adalah hal yang paling menyakitkan bagiku. Saya sering saling mendiamkan satu sama lain ketika di rumah. Saya sering dibanding-bandingkan dengan teman-teman lain yang fokus ke pribadinya. Tapi, semua itu saya anggap bagian dari jalannya menunjukkan kasih sayang.

Begini, bahagia itu kan pilihan. Mereka, mungkin bahagia dengan bisa mengumpulkan banyak uang. Bisa dipandang sukses oleh tetangga-tetangga. Nah, bagi saya, bahagia itu ya seperti ini. Ketika saya mampu memberikan apa yang saya punya untuk orang lain. Bagi saya, rejeki tidak semata-mata uang. Tapi, banyak kawan, merasakan pahitnya berjuang, juga bagian dari rejeki yang semestinya saya syukuri. Saya memang kehilangan banyak hal, tapi saya mendapatkan kepuasan berkali lipat dari yang saya relakan.

Tuhan itu, pasti akan membalas kebaikan kita dengan kebaikan lain yang berlipat-lipat ganda.

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s