Kenangan

Kenangan adalah bagian besar dari bentuk kepengecutan. Pengecut, karena ia tidak pernah datang sendirian. Selalu, ada-ada saja yang menyertainya. Ia bisa datang dari mana saja, juga dari apa saja. Ia menyentakkan kita saat menyeduh kopi, ia ada pada bau parfum seorang yang kebetulan berpapasan di jalan, pada senja yang menua, pada pantai yang mendung, pada gerimis, pada secarik kertas, atau pada album-album foto. Ia datang dalam bentuk apa saja. Tawa, luka dan nelangsa.

Ia, kenangan, blingsatan seperti setan. Datang tak dijemput, pulang tak diantar.

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s