Karena Setiap Rindu Memiliki Muara

Bulan masih saja menggantung di kegelapan malam. Kali ini tampak cantik, satu per empat lingkaran. Bulan. Apa sih sebenarnya pesonanya? Mengapa ia selalu membawaku membuka tabir masa lalu? Lantas, aku merindu.

Sebenarnya, ada yang ingin aku tanyakan pada bulan, “Tahu kau apa arti kerinduan?” Ah! Tentu saja ia tak akan pernah benar-benar menjawabnya untukku. Tentang merindu, buat apa aku bertanya pada makhluk lain. Toh, kata cermin, aku adalah makhluk merindu yang paling berkelas.

Merindu itu membutuhkan seni, passion dan psikologis yang matang.

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s