Kesatria Aru

FB_IMG_1440471593844

Mungkin, beberapa dari kami tidak tahu jika ada sebutan “Kesatria” yang dilekatkan pada nama kami. Ya, barang katong seng pernah pi duduk bual-bual tentang ini. Nama itu, hanya beberapa orang saja yang mengiyakan. Ah, tidak apa, toh yang mau saya ceritakan bukan tentang nama itu, tapi tentang kami: empat puluh tiga pendidik muda SM-3T Angkatan IV yang ditempatkan di Kabupaten Kepulauan Aru. Pulau timur Indonesia inilah yang pada akhirnya menjadi saksi bisu ikatan persahabatan yang semakin hari semakin mengerat di antara kami. Tentu saja, seperti kata Dee, “tidak semua hal dapat dipaksakan, tapi mereka layak diberi kesempatan”, seperti itu juga persahabatan kami.

Penempatan SM-3T baru pertama kalinya di Kepulauan Aru. Dari Jakarta, dua puluh orang dikirimkan, sedangkan dari Makassar dua puluh tiga orang. Inilah mereka di mataku:

Abdul Kadir

Koordinatornya teman-teman Makassar. Pertama kenal hanya bisa berdecak, kesannya ia seorang yang serius dan visioner, mungkin karena jabatan yang diembannya. Setelah kenal, hilanglah semua kesan pertama itu. Kadir seorang yang humoris, kalau orang Jawa bilang dia suka slengekan. Ia koordinator yang maniso terlalu banyak, pun mayari dari segala sisi (haha). Tapi, karena sikapnya yang terbuka dan gampang dekat dengan orang itu, ia lebih banyak dikenal oleh orang-orang Aru dari berbagai kalangan dibanding teman yang lain.

Rukhumaeni Alvin Alkarom

Yang ini koordinatornya anak-anak Jakarta. Alvin lebih dulu saya kenal dibanding teman-teman lain karena kita punya teman yang sama. Kalau tanya siapa Alvin ke teman-teman LPTK UNJ pasti mereka tahu, karena ada insiden “Ay”. Sejak itu dia jadi begitu naik daun (haha). Sejauh yang saya kenal, Alvin memang terlihat tidak suka serius, ia selalu santai kaya di pantai. Meski begitu, saya tetap berterima kasih banyak karena satu tahun ini dia sudah ngemong kita. Kalau ditanya apa yang dikangeni dari sosok Alvin, kataku, “aku kangen teriakan: cingire, yuuuu…, persiapan!”.

Rizka Vitasari

Saya memanggilnya mbak karena dari awal dia terbuka untuk saya jadikan kakak. Pernah kita bareng-bareng dengan empat teman lain mengurus pengalihan tugas bersama. Saat itu masa-masa susah bagi kita. Mbak Rizka yang saya kenal penyabar, dia paling pintar menyembunyikan rasa. Diam-diam saya belajar darinya soal menyembunyikan rasa itu. Walaupun terkadang suka galau-galau, tapi satu tahun penempatan dia bisa bertahan dengan semua gejolak yang ditanggungnya (wkwk).

Haika Yunia Purbawati

Saya sering memanggil Dek ke dia, itu hanya karena persoalan umur. Haika supel, mudah dekat dengan orang, percaya dirinya tinggi. Meski sering menekuk muka dan terkesan uring-uringan, dia tetap ibu guru yang baik.

Ayuning Tyas Firstiadi Putri

Nah, ini yang baru benar-benar musti dipanggil Adek. Ayu jauh lebih muda dia dibandingkan aku. Ayu yang saya kenal, tidak pernah memikirkan masalah terlalu dalam, dia cenderung cuek. Dia juga ceplas-ceplos, sekali tidak suka bilang tidak suka. Begitulah dia bersikap, tegas.

Sriwiyanti Eka Puspitasari

Satu tahun di tempat yang sama, tapi hanya hitungan hari saya bisa dekat dengan Mbak Wiyan. Bagi saya, dia seorang yang pendiam, tidak banyak bicara, kecuali dengan teman yang benar-benar rapat dengannya. Mbak Wiyan selalu anggun dalam diam di mataku.

Igin Hilda Aulia

Hilda cenderung cuek, jarang sekali saya lihat dia bual-bual dengan sembarang teman di sana. Meski demikian, saya anggap dia anak yang pemberani. Kenapa? Haha ini anak suka bikin deg-degan. Pernah suatu hari di penempatanku, Mama Piara kasih kabar dia mau menikah dengan orang asli Aru. Dalam pikiranku, yuh mama pu jelas saja e! (wkwk).

Estiningtyas

Esti punya perencanaan yang matang untuk hal-hal yang dia lakukan. Kalau air, dia ini yang diam tapi menghanyutkan. Dengan saya, Esti tidak terlalu pendiam, ya meski dia memang tipikal pendiam dengan orang asing.

Setiadi

Ketika dia bertandang ke penempatanku, saya baru pernah bicara dengannya. Antara kami memang tidak saling mengenal lebih jauh. Bang Adi yang saya tahu, paling tidk bisa lepas dari bola. Di mana-mana selalu meluangkan waktu untuk main bola. Awalnya kupikir dia orang yang kalem, sangat pendiam, nyatanya ama-lama tahu dia bisa juga bercanda. Malahan kuat bercanda (haha).

Zulfadli Latief

Yuh, anak seni mo! Fadli suka guyon, suka bercanda. Cuma, kadang dia terlalu polos membeberkan sesuatu yang semestinya tidak diceritakan (wkwk). Dia orang yang mikir enteng, itu setahu saya, karena kita tidak begitu dekat. Selebihnya, dia memang anak seni rupa yang suka menyendiri ditemani corat-coret sketsanya.

Zuchriyanti Muniroh

Dia teman sepenempatan denganku. Ibu guru yang sering mengeluh kenapa anak murid pu badan lebih gede darinya (yuh mama!).

Tulis Andiana

Teman sepenempatan dan se-Jogja denganku. Ibu guru yang medhok, pendiam, dan dingin.

Rima Oktaviani

Mbak ayune, teman sepenempatan, bahkan sekamar -_- Dia paling tertib mengingatkan hal kerapian dan kebersihan, mangkali dari SD sudah menjabat seksi kebersihan kelas (haha). Sejauh yang saya kenal dia dewasa, cuma cenderung diam-cuek, kecuali untuk hal-hal tertentu dia sering ceplas-ceplos. Satu lagi, dia orangnya nyantai, sampai-sampai lupa kalau ada dikejar deadline (haha).

Heni Suharyani

Pu seram saja e ngomongin dia, beta bisa kena tempeleng mo! (haha) Ibu guru tomboy yang terkesan galak, super galak malah. Dia sepenempatan dengan saya, dari dulu sebelum dipindahtugaskan. Dari luar kesannya angkuh, serem, tapi kalau sudah kenal akan tahu kalau dia sebenarnya penyayang, suka membantu, dan kreatif.

Dita Febriana Nur Wikani

Teman sepenempatan juga dari sebelum dialihtugaskan. Ibu guru yang pintar, karena mengajar tidak sesuai disiplin ilmunya.

Nasruddin Rustan

Bapak guru satu ini super pendiam. Satu tahun mengenalnya baru mangkali dua atau tiga kali saya bertegur sapa dengannya. Seseorang yang tidak pernah neko-neko, selalu apa adanya dia.

Sri Margi Witaningsih

Bu Guru yang rempong (haha). Kata teman sepenempatan dia pintar masak. Dia orang yang pemikir, aih saya tidak begitu rapat dengannya selama berpisah tugas.

Novi Ratna Sari

Teman sejurusan, uhuy! Novi yang saya kenal orangnya setia, juga tidak pernah gila urusan. Paling suka saya lihat matanya, sayu. Sampai jumpa di PPG ya dek!

Sulyanti

Adudu, ini ibu guru yang sangat-sangat rempong, baru dia suka bilang preketek. Duh, beta seng suka dengarnya. Ketika sakit, dia teman yang paling manja, paling susah disuruh makan dan terlalu takut suntikan. Tuhan, jangan sampai saya jaga dia dua kali ya (wwk). Selebihnya, selamat ya Mbak! Beta tunggu undangannya.

Selvia Febriani

Lalala yeyeye, mau diceritakan yang bongkar kartu atau yang aman-aman saja? (haha). Selvi itu suka bikin lelucon, suka telponan, suka nyanyi india, suka up to date, suka dandan, suka makan, suka ngupil! Enaknya dia, dia itu teman yang apa adanya.

Tuniyah

Mbak cantik, molek, menawan hati yang mirip Marshanda katanya (haha). Mbak Nia orang yang baik dan berhati besar.

Ahmad Munawir Saleh

Cie Danton! Pu jelas saja e Tuhan ampun! Kata Danton, resolusi tahun baru 2015 adalah merokok biar keren! (haha) Orang yang sering jadi bulan-bulanan teman-temannya, tapi selalu ksatria memaafkan dan meluruskan semuanya. Prok-prok-prok.

Ishak

Bapak Ustadz, pak guru yang paling rajin dan religious. Itu yang saya tahu.

Tasmin

Speechless ah! Bapak guru yang suka nyanyi, suka bercanda, suka merokok haha. Dia setia kawan.

Munawir Nasir

Kata dia guru biologi itu nggak jijikan. Teman dan kakak yang baik. Dulu menemani saya menjaga dua teman yang sakit. Waktu itu teman kita itu muntah, buanyak. Nawir yang bantu bersihkan. Dari itu saya paham, kalau “Tidak menjadi masalah tentang cepat atau lambat waktu yang kita butuhkan untuk mengenal seseorang. Kebaikan-kebaikan yang seolah melumpuhkan kekuatan waktu itu. Dan, komposisi terbaik dari sebuah ikatan persahabatan adalah kebaikan-kebaikan”.

Wahid Sutiyana

Ini teman SM-3T yang pertamaaa kali saya kenal, waktu itu agenda meet-up di kampus UNY. Bapak guru yang selalu menyembunyikan mata di balik senyumnya (haha). Dia baik, tapi cenderung suka khawatiran. Dulu, pertama kali tiba di Aru, Wahid yang selalu terlihat cemas di antara teman lain yang saya kenal.

Unggul Santosa Wibawa

Dia selalu menyembunyikan identitas (haha), suka mmelakukan pembohongan publik dengan mengaku punya tahun lahir lebih muda dari aslinya. Pak guru ini perhatian ke teman-teman, mungkin karena dia merasa ikut bertanggung jawab pada ketujuh belas teman perempuannya.

Asri

Woaaa, humanis, agamis, humoris, sarkastis, puitis, nasionalis, bombastis (haha). Pak Guru ini loyal, gampang berteman, peduli, dan penyayang.

Fajar Abdullah

Sama kaya Novi, saya suka lihat matanya, sayu. Pak Guru yang pejuang cinta abis! (wkwk) Dia jarang bicara dengan saya, tapi sekali bicara dia tidak canggungan.

Yulius Rompon

Pak Guru Yuga (Yulius Gagah) ini paling suka tanya-tanya beta pung teman. Haha. Dia baik, bercandanya nggak garing, lucu, kocak, suka deketin teman-teman perempuan, haha gitulah. Dia baik.

Ekovian Sosang

Ini Bapak Guru jarang banget saya bicara dengannya. Kesan terakhir sebelum perpisahan, dia itu maniak jogged sampe baru bisulan aja dibela-belain goyang! Hahaa. Di disayang muridnya, ada satu murid yang mengekor dia terus selama di wisma menunggu hari penjemputan. Aih, begitulah dia. Baik, cerewet kalo lagi sama teman-teman Makassar (beta pernah dengar).

Muhammad Hasratul

Yu mama, ini Bapak Guru saingannya Uya Kuya lho! Dia bisa hipnotis orang. Seraamm! Walaupun begitu, dia sosok yang pendiam. Itu setahu saya. Dia hanya bicara untuk hal-hal penting saja. Tapi, kalau di depan perlombaan PS woaa kayanya dia jadi hilang kepribadian haha.

Agus Salim

Bapak Guru ini super pendiam. Jarang sekali saya bertukar sapa dengannya. Tapi, dia baik, tidak pernah marah, tidak neko-neko, selalu teduh pembawaannya.

Wahyudi

Ow, ow! Bapak Guru olahraga yang suka gondrongin rambut. Aih, apa ya yang saya tahu dari dia? Dia teman yang pengertian, itu saya nilai dari kepeduliannya pada teman-teman karena posisinya sebagai wakil coordinator. Selebihnya dia orang yang baik dan pengertian sama ehem pacarnya.

Muh Arsyad

Hehe tau ah! Terlalu pendiam. Setahu saya dia baik, baik sekali. Dia tidak mahal senyum. Dia bakti banget sama ibunya, dia tidak mudah mendendam. Ahai tau dari mana Uss? :p

Agusnawan Septian

Ini teman sejurusan dengan saya. Saya pernah ditanya soal Pragmatik dan tetoott saya kelihatan bodoh! Haha. Bapak Guru ini juga tipe pendiam, mungkin karena diam adalah bagian dari cara pengaturan napas seperti ilmu pernapasan yang dia ikuti wkwk. Selebihnya, dia baik, agak neko-neko dan bikin shock karena pernah me-rebonding rambutnya sewaktu hari raya. Apa-apaan??!!

Indra K. Sitta

Aih, dia ini Bapak guru yang selalu menyerukan, “Mana esensi SM-3Tnya?” haha. Bapak Guru yang paham sekali bagaimana dan di mana seharusnya guru SM-3T mendedikasikan dirinya. Haha. Dia baik ehem, visioner, aktivis, apa lagi ya, agak urakan mungkin, dulu setiap pagi di wisma teriak-teriak, “Bangun… Bangun!” Haha

Amiruddin

“Amir Amir Amirruddin!” Lagu kebangsaannya anak-anak Makassar. Haha. Amir ini Bapak Guru yang pendiam tapi suka tebar senyum. Ketemu dia di mana-mana selalu sumeh. Dia baik, nyaris jadi teman sepenempatan saya tapi gagal. Haha.

Darwis

Haha. Saya musti bilang apa tentang Bapak Guru satu ini. Hmm, kalau dengan teman-teman dia cenderung memilih diam. Tapi, di depan muridnya dia sok akrab. Haha. Sebenarnya tidak pendiam-pendiam amat, hanya dia pilih-pilih situasi, kondisi, waktu, dan tempat untuk menjadi cerewet. Dia baik, baik, sama baik kaya teman-temannya yang lain. Itu saja J

Farham

Holla Bapak Kepala Sekolah Farham! Haha. Katanya Bapak Guru ini yang termuda di antara yang lainnya. Makannya dia sering jadi objek bully senior-seniornya. Farham sosok yang menyenangkan. Meskipun agak labil, tapi dia gampang menyesuaikan diri. Farham cocok sebagai teman bicara saat hati kita terasa hampa, haha karena dia akan banyak cerita ini-itu.

Imran

Bapak Guru Ipho! Aih, dia suka SO7, suka MU, suka David De Gea juga, aih! Bapak Guru ini baik, rame, penyayang anak, em apa lagi ya, dia nggak minderan.

Carhum Rahmat Yamin Mbena

Bapak Guru Buton! Dia baik, ramah, walaupun pembawaannya serem gitu (badan tinggi, kulit hitam, haha). Dia orang yang humanis dan visioner. Dia setia kawan. Dia selalu peduli pada lingkungannya, pada anak-anak didiknya. Aih, over all dia guru yang berdedikasi.

Lalala yeyeye sudah selesai saya mengungkapkan penilaian yang subjektif tentang empat puluh dua teman saya sepenempatan di Kabupaten Kepulauan Aru. Banyak dari mereka saya bilang “baik” karena memang begitulah adanya. Pada sepenggal kata pengantar yang saya tulis dalam Laporan Akhir Tahun SM-3T saya bilang begini, “Terima kasih kepada teman-teman peserta SM-3T Angkatan IV yang berjuang bersama-sama mendedikasikan diri untuk memajukan pendidikan anak negeri. Terima kasih kepada “Kesatria Aru”, 42 teman seperjuangan penempatan Kabupaten Kepulauan Aru (dari UNJ-Jakarta dan UNM-Makassar), aku tak pernah benar-benar merasa sendirian dalam pengabdian ini, karena tangan kalian mengulur saat aku terjatuh dan selalu menggenggam saat aku tertatih”.

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s