Perjalanan ke Kepulauan Aru (SM-3T Angkatan IV LPTK UNJ)

     20140828_075527      

“Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu”, begitu kata sepenggal kalimat dalam sebuah novel yang pernah saya baca. Tentang SM-3T ini, saya rasa ini adalah bagian dari mimpi saya yang dipeluk oleh Tuhan. Sebentar, saya akan jabarkan seperti berikut.

Sudah sejak SM-3T angkatan I, saya merasa tertarik untuk kelak mengikutinya. Saya tulis SM-3T besar-besar di dinding samping tempat belajar. Sering ibu bertanya, SM-3T itu apa dan bagaimana. Seiring pertanyaan itu, saya selalu menjawabnya dengan gamblang, tentu saja dengan nada pengharapan yang besar untuk kelak boleh mengikutinya. Maklum, ibu sering tidak memberi izin padaku untuk pergi-pergi ke luar rumah, apalagi ini ke luar pulau yang sangat jauh dari rumah. Saya selalu yakinkan ibu, sejak SM-3T angkatan I (tahun 2011) hingga akhirnya tibalah angkatan IV (tahun 2014).

Saya baru saja yudisium pada 30 Mei 2014 kala itu. Beberapa hari kemudian saya sangat disibukkan dengan aktivitas mencari kelengkapan syarat untuk mendaftar SM-3T. Banyak syarat yang harus dipersiapkan, baik dari kampus maupun dari kelurahan, kantor polisi, dan rumah sakit. Seleksi nasional dimulai dengan tes administrasi. Pada tahap ini, diperiksa seluruh kelengkapan dan syarat pendaftaran yang telah peserta upload ke akun masing-masing di website Dikti. Peserta yang dinyatakan lolos tahap administrasi melanjutkan test online yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia selama 3 hari. Selanjutnya, peserta yang dinyatakan lolos dalam test online akan mengikuti tahap tes wawancara. Setelah itu, peserta yang lolos melanjutkan ke tahap seleksi akhir, yaitu prakondisi.

Rangkaian panjang tersebut tentu saja sangat melelahkan bagi para peserta. Mereka yang awalnya berangkat bersama-sama dengan teman, satu per satu terpisah. Ada yang tidak lolos di tahap 1, 2, 3, dan seterusnya. Dan, perpisahan-perpisahan dimulai saat itu. Bagi saya pribadi, sampai ke tahap seleksi wawancara masih sangat menggembirakan. Saya dan tiga teman saya seluruhnya lolos. Akan tetapi, Tuhan berkehendak lain. Pada pengumuman hasil tes wawancara, salah seorang teman dinyatakan tidak lolos. Sangat menyakitkan ketika kita yang berjuang bersama pada akhirnya terpisah dan harus berjalan sendiri-sendiri. Kami bertiga yang lolos pun harus terpisahkan. Dua orang teman saya menjalani prakondisi di UNY Jogja, sementara saya harus mengikuti pengalihan ke UNJ, Jakarta. Ya, tahun ini seperti tahun-tahun sebelumnya, peserta lolos LPTK UNY sebagian dialihkan ke UNJ (sekitar 75 peserta) dan ke UPI (sekitar 125 peserta).

Baiklah, akan saya lampirkan jurnal perjalanan saya dari Jogja, prakondisi UNJ, hingga tiba di Kepulauan Aru.

  • 12 Agustus 2014

16.30 WIB tiba di Stasiun Lempuyangan, diantar keluarga dan beberapa teman. Sore itu menjadi perpisahan yang manis untuk saya kenangkan hingga hari-hari saya tanpa mereka. Kami berangkat berdelapan dari Jogja (Uss, Sukma, Haika, Wahid, Dias, Selvia, Ahmad, dan Nurhidayah). 17.30 WIB menuju ke Jakarta bersama kereta Jaka Tingkir.

  • 13 Agustus 2014

03.00 WIB tiba di Stasiun Jatinegara. Turun dari kereta, kami bertemu dengan teman-teman lain dari Purworejo, Kebumen, Purwokerto, dan sekitarnya, tiga belas anak berkumpul. Setelah perundingan, kami menyewa dua mobil avanza untuk mengantar ke UNJ. Tiba di UNJ jam 05.00 WIB, istirahat di rusunawa FIK UNJ. Siang hari, 13.00 WIB seluruh peserta melakukan registrasi dan pendaftaran akun BRI. Sorenya, 15.30 WIB pengumuman penempatan. Peserta asli dari LPTK UNJ disebar ke Nunukan dan Kupang. Peserta pengalihan dari UNY disebar ke Kepulauan Aru, Raja Ampat, dan Tambraw. Saya sendiri, mendapat rejeki penempatan di Kepulauan Aru bersama sembilan belas teman lain. Kelak, saya akan hafal seluruh nama-nama mereka. Malam harinya, kami melepas stress ke Arion.

  • 14 Agustus 2014

Upacara pembukaan di UNJ gedung pusat lantai 9, pagi hingga sore. Dalam acara tersebut diisi sambutan-sambutan, materi pengantar SM-3T, materi dari Kehakiman, BKKBN, dan lain-lain. Petangnya, seluruh peserta dijemput truck TNI menuju PASKHAS TNI AU Lanud Sulaiman, Bandung untuk mengikuti prakondisi selama tiga belas hari di sana. Total peserta 178 orang, dibagi ke dalam beberapa pleton dan kompi, saya bergabung di pleton 3 kompi 2.

  • 15 Agustus 2014

Menjalani keseharian seperti layaknya prajurit, bangun jam 04.00 WIB, olahraga dilanjutkan pembersihan diri. 06.00 WIB sarapan, apel pagi, dan mengikuti perkuliahan yang berisi materi-materi pembekalan dari LPTK UNJ sampai jam 16.30 WIB (diselingi istirahat makan siang dan shalat Dzuhur 12.00 WIB sampai 13.30 WIB). Setelahnya pembersihan diri, malamnya materi lagi dari tim pelatih TNI PASKHAS dari jam 19.00 WIB sampai 21.30 WIB, apel malam dan tidur.

  • 16 Agustus 2014

Agenda sama dengan hari sebelumnya, yang berbeda hanya materi yang disampaikan.

  • 17 Agustus 2014

Upacara HUT RI ke-69 bersama keluarga besar peserta SM-3T dan PASKHAS TNI AU Lanud Sulaiman, Bandung. Hari itu, untuk pertama kalinya kami menerima hukuman akibat ada dua teman ketahuan menggunakan handphone untuk fasilitas komunikasi. Sebagai catatan, ada larangan penggunaan handphone selama prakondisi. Akan tetapi, pihak PASKHAS tidak langsung menyita handphone kami dengan alasan kami bisa dipercaya. Nyatanya, ketahuan juga. Ya, karena memang ada radar di area PASKHAS yang mampu menyaring segala informasi, baik sms, fb, atau BBM. Aktivitas selanjutnya sama dengan hari-hari sebelumnya.

  • 18 Agustus 2014

Agenda sama seperti sebelumnya. Materi yang disampaikan per program studi terkait RPP, silabus, dll. Sore harinya peserta putra dicukur botak semua, bahkan kumis dan jenggotnya juga mulus.

  • 19 Agustus 2014

Agenda sama seperti sebelumnya, hanya ditambah materi pelatihan baris-berbaris setelah apel pagi. Materi hari ini terkait pembuatan media pembelajaran, malamnya terkait navigasi. Piket jaga malam diberlakukan untuk tiap-tiap barak, bergantian dua anak setiap 30 menit.

  • 20 Agustus 2014

Agenda sama seperti sebelumnya, pagi hari ditambah agenda piket kelas pagi dan piket barak. Materi hari ini peer teaching, membuat drama dengan kasus-kasus di daerah 3T untuk kelas rangkap, multisubjek, dll. Ada yang ketahuan mainan handphone lagi, dihukum lagi. Pelatih semakin keras dan tegas, hidup jadi penuh gojlokan.

  • 21 Agustus 2014

Agenda sama, hanya olahraga ditambah lari memutari PASKHAS. Materi lagi. Ada yang ketahuan mainan handphone saat materi, alhasil dihukum lagi dan handpone disita.

  • 22 Agustus 2014

Agenda sama, materi kepramukaan. Malamnya materi-materi survival dan navigasi untuk persiapan survival ke Ranca Upas.

  • 23 Agustus 2014

Kegiatan lapangan, simulasi senapan dan rapling. Malamnya ada materi dari kakak tingkat tentang sosialisasi situs bersama keluarga besar SM-3T. Lalu dibagi ransel SM-3T, lanjut packing ke Ranca Upas.

  • 24 Agustus 2014

Pagi setelah sarapan berangkat ke Ranca Upas, siap-siap untuk survival tiga hari di gunung hutan. Kami diturunkan di Ranca Bali, harus menyusuri perkebunan teh untuk mencoba pengetahuan navigasi dan mencari pos-pos, melewati Ranca Walini, menyusuri hutan menuju ke Ranca Upas. Malamnya melakukan Caraka, lagi-lagi berjalan menyusuri hutan, membawa misi menyampaikan informasi rahasia, ditakut-takuti dan penuh tantangan.

  • 25 Agustus 2014

Agendanya adalah menyusuri pos-pos outbond dan pos tes dari UNJ. Ada tujuh pos, seperti dinamika kelompok, hesti-togel, penyeberangan air, navigasi, kesehatan, pemanjatan, dan pos tes UNJ (Kelompok saya mendapat soal terkait program kerja kependidikan macam apa yang akan diterapkan di daerah 3T). Sore hari, pengenalan tumbuhan hutan yang bisa dikonsumsi, ular sanca dan ular besar siap disembelih. Ah, tapi haram. Malamnya, menuju hutan untuk belajar survive, membangun rumah singgah dengan daun-daun dan akar, menyanyi bersama, ada drama dari teman-teman, api unggun, dll.

  • 26 Agustus 2014

Upacara penutupan prakondisi. Salam-salaman perpisahan dengan pelatih dan teman-teman, air mata tumpah. Siap dipisahkan oleh jarak dan waktu di daerah penempatan masing-masing, mengabdi untuk mencerdaskan negeri. Siang hari kembali ke PASKHAS, handphone dikembalikan, bagi yang tidak pulang dan dijemput keluarga, masih menghabiskan malam di barak sampai pemberangkatan.

  • 27 Agustus 2014

Hari ini mendapat jatah untuk pesiar ke Alun-Alun Bandung, cuci mata dan belanja. Malamnya serentak berangkat ke Bandara Soekarno-Hatta, dengan Lion Air, melepas kepergian teman-teman satu per satu menuju medan tugas. Kami sempat melepas teman-teman yang menuju ke Raja Ampat dan Tambraw. Setelahnya, gentian kami dilepas oleh teman-teman yang akan ke Nunukan dan Kupang.

  • 28 Agustus 2014

Yang berangkat penempatan ke Kep. Aru terbang jam 05.30 WIB. Jam 07.00 WIB transit di Bandara Juanda, Surabaya. Jam 12.00 WIT sampai di Bandara Pattimura, Ambon. Kami transit di penginapan Ambon selama dua malam, merasakan angin pesisir, hawa panas kota Ambon.

  • 29 Agustus 2014

Main ke Ambon Kota, cek ATM BRI, belanja, refreshing, shalat di Masjid bersejarah di pusat Ambon Kota. Malamnya masih menginap di penginapan.

  • 30 Agustus 2014

Pagi-pagi Subuh kami melakukan perjalanan ke Kepulauan Aru dengan pesawat perintis, Trigana Air, transit di Bandara Tual, Saumlaki, selanjutnya mendarat di bandara Kota Dobo, Kepulauan Aru. Kami menginap di wisma perkampungan pelajar sembari menunggu SK penempatan ke kampung-kampung. Di wisma ini, kami bertemu dengan teman-teman SM-3T dari Universitas Negeri Makassar (23 peserta laki-laki semua).

  • 31 Agustus 2014

Masih di wisma perkampungan pelajar, mengisi waktu dengan main ke Pantai Batu Kora, pantai perawan yang damai dan tenang. Sore harinya, kami bertemu dengan Sekda, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala UPTD, dan Pengawas, semacam upacara penyambutan kedatangan kami.

  • 1 September 2014

Masih di wisma, melepas kepulangan 2 pembimbing dari UNJ, Pak Iwan dan Pak Agus. Selanjutnya, mengisi waktu dengan mengunjungi pasar kota kabupaten, belanja lagi belanja lagi. Mulai siang ini semua kebutuhan dibayar sendiri. Malam harinya berkunjung ke rumah Kepala Dinas Pendidikan, banyak mendapat cerita dan inspirasi. Larut malam, kami (UNJ + UNM) rapat pembagian usulan pasangan nama-nama peserta untuk masing-asing penempatan.

  • 2 – 30 September 2014

Aktivitas mash di wisma. Rapat-rapat dengan pihak dinas terkait penempatan masih simpang-siur, banyak terjadi perubahan. Alhasil, SK yang kami tunggu-tunggu semakin lama terbit. Baru di pertengahan bulan, satu per satu dari kami dijemput oleh pihak sekolah masing-masing untuk berangkat ke kampung penempatan. Keadaan geografis di kampung-kampung di Kepuluan Aru terbilang susah dijangkau dari pusat kota kabupaten. Selama proses menunggu tersebut, beberapa teman sakit dan harus dirawat di rumah sakit, seperti terjangkit malaria, juga terkena wabah campak. Sampai di sini, kami mulai paham bahwa pemerintah dan dinas terkait di sini tidak siap menerima kedatangan SM-3T. Hari-hari selanjutnya, akan banyak sekali kami rasakan pembelajaran baru, bagaimana keadaan riil di daerah 3T terkait masalah-masalah pendidikan. Miris!

  • 1 – 5 Oktober 2014

Aktivitas di wisma perkampungan pelajar, menunggu dijemput ke Desa Nafar untuk bertugas di SMP N Terpadu 12 Nafar (SMP Satap Nafar).

  • 6 Oktober 2014

Malam hari jam 23.00 WIT saya dengan dua orang teman perempuan dijemput untuk selanjutnya melakukan perjalanan laut ke Desa penempatan. Sangat aneh ketika teman-teman lain dijemput dan berangkat pada siang hari, saya harus berangkat pada malam hari dengan tujuan yang sama sekali masih absurd. D tengah laut, kapal motor yang kami tumpangi meyangkut di agar-agar, kapal berputar-putar satu jam di sana. Jam 03.30 WIT kami sampai di Desa Nafar, melakukan kebiasaan adat dengan menggaris dahi menggunakan pasir pantai, lalu kami ditampung di salah satu rumah guru.

  • 7 – 9 Oktober 2014

Hari pertama di daerah penempatan, menyesuaikan diri. Nafar adalah desa produksi sopi terbesar di Kepulauan Aru. Kami bersama beberapa warga menyulap kelas kosong menjadi rumah singgah. Sayangnya, siang hari ada insiden tidak baik (mohon maaf tidak saya jabarkan). Akhirnya, karena insiden tersebut hari-hari berikutnya kami harus mengurus perpindahan tugas.

  • 10-19 Oktober 2014

Hari pertama mengajar pada tanggal 10 Oktober 2014 (Ah, setelah sekian lamaaa). Senang sekali bisa bercengkrama langsung dengan anak-anak di sana. Ikut merasakan betapa timpangnya segala fasilitas pendidikan yang ada di sana jika dibandingkan dengan sekolah-sekolah di Jawa. Saya sendiri mengajar mata pellajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Biologi, dan beberapa mata pelajaran yang kosong karena tidak ada guru. Di sana hanya ada 1 guru PNS dan 2 guru honor.

  • 20-27 Oktober 2014

Berangkat ke Dobo pada 20 Oktober 2014, menumpang kapal yang membawa 400 botol sopi untuk menghadap pihak dinas membicarakan insiden yang kami alami. Selama satu minggu berjuang dari pagi sampai malam, dari satu instansi ke instansi lain, dari satu tempat numpang tinggal ke tumpangan lain. Akhirnya dinas sepakat memindahtugaskan kami yang awalnya penempatan di Desa Nafar dan dua teman kami yang awalnya penempatan di Desa Gorar. Semua itu karena adanya insiden, haha yang sekali lagi saya tidak bisa sebutkan di sini J

  • 28-29 Oktober 2014

Berangkat ke Desa Nafar dan Desa Gorar untuk berpamitan dan berpindah tugas. Air mata mengantarkan kepergian kami. Kami tahu mereka semua membutuhkan kami, kami juga tidak semena-mena meninggalkan mereka.

  • 30-31 Oktober 2014

Menumpang tinggal di rumah kepala sekolah penempatan yang baru, mengerjakan tugas administrasi sekolah.

  • 1 November 2014

Berangkat menuju ke tempat tugas yang baru, yaitu di SMP N 3 Samang, Desa Samang, Kec. Pulau-Pulau Aru, Kab. Kepulauan Aru, Maluku. Dua teman kami yang dari Gorar pindah ke SD Kristen Wangel di kota menyusul koordinator kami. Hari-hari selanjutnya adalah harii-hari pengabdian di desa penempatan kami. Karena saya dan dua teman lain dipindahtugaskan, maka kami diberi SK untuk meyusul tiga teman kami yang lebih dahulu penempatan di Desa Samang. Akhirnya, kami satu desa penempatan ada enam orang.

Pada tanggal 10 Desember 2014, ada MONEV I dari UNJ. Rencana 12 April 2015 akan ada MONEV II sekaligus check pelaksanaan UN di Maluku. Sampai jumpa Jogja bulan 8 atau 9🙂

2 responses to “Perjalanan ke Kepulauan Aru (SM-3T Angkatan IV LPTK UNJ)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s