Pagi dan Sebatang Coklat

Kisah pagi, dengan sebatang coklat.
Nikmat apa lagi yang kau cari?
Secangkir kopi hangat?
Ya.

Agaknya, kau tak pernah merasa puas
Pada apa-apa yang sudah kau genggam.
Bagaimanalah aku bisa puas,
Kau, tak mau juga kurengkuh.

Lantas, kau putus asa?
Hanya karena, kau merasa kesusahan?
Tidak.
Aku punya semangat berlapis baja.
Ah, apa iya?

Jadi?
Kau akan berlari atau diam begini saja?
Sudah kukatakan,
Aku ingin berhenti sejenak,
Menyeruput kopi.
Ah! Kopinya tak ada.

Nah! Kau lagi-lagi kecewa,
Pada apa-apa yang belum bisa kau punyai.
Ya.
Itu manusiawi.

Manusiawi kau bilang?
Lihat! Orang lain tak seburuk kau.
Mereka bahkan jauh lebih nelangsa daripada kau!
Oh begitu, aku baru tahu.

Toh lebih banyak orang yang tidak pernah dihinggapi rasa nelangsa.
Tentu kau tak tahu itu, bukan?
Aku tahu, karena mereka sudah punya segalanya.
Tak seperti aku.

Astaga! Harus bagaimana aku mengajarimu untuk tahu makna kehidupan?
Haha, kau tak perlu berbuat apa-apa.
Diamlah di situ, biarkan aku belajar sendiri.
Aku akan tahu sendiri bagaimana caranya.

Tentu saja aku akan diam.
Kau yang akan datang padaku, kan?
Iyalah! Sudah kukatakan, pribadiku memang buruk, tapi semangatku berlapis baja.
Ya, aku tahu.

Maka, aku akan benar-benar diam, kau pasti datang padaku.
Semoga, dalam perjalananmu kau dapat mengerti,
Bagaimana mestinya kau bersikap, pada kehidupanmu yang berat.
Sampai jumpa.
Rengkuhlah aku, karena aku adalah impianmu.

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s