Berawal dari “entahlah”

Saya agak bingung, entah, akhir-akhir ini saya tidak produktif. Em, atau memang sudah lama saya tertidur pulas, buta dan tuli pada produktivitas yang semestinya saya kejar. Kadang saya merasa asing berada dalam kehidupan saya sendiri. “entahlah”, jawaban itu yang selalu muncul pada tiap-tiap perenungan. Lalu, saya terlupa dan terbuai pada “entahlah” yang sejatinya tidak memberikan solusi sedikit pun pada hal-hal aneh yang akhir-akhir ini saya rasakan. Sebenarnya, hal-hal aneh semacam apa? Sekali lagi, “entahlah”.

Saya jadi bingung sendiri, terkadang. Bagaimana bisa saya mengurai satu per satu masalah yang saya hadapi jika dari saya sendiri susah mendinamiskan antara akal dan perasaan. Pernah suatu ketika saya bertanya pada diri saya sendiri, “Sebenarnya kamu ini kenapa? Ada masalah apa?” Tapi, lagi-lagi akal saya menyuruh mulut untuk diam. Ada semacam perasaan seperti: bahwa sebenarnya saya memiliki kekuatan di luar yang saya sendiri ketahui. Kemudian, saya coba hitung-hitung permasalahan yang tengah saya hadapi, saya kalkulasi bersama dengan deadline¬†yang harus saya selesaikan segera. Sampai akhirnya ketemu sejauh mana sebenarnya permasalahan-permasalahan yang saya hadapi, dimana tingkatan kesulitannya, ternyata beberapa saya sudah bisa mengatasi, dll.

Sampai di paragraf ke-3 dalam postingan ini, sebenarnya saya tidak tahu apakah yang tengah saya bicarakan padu. Atau, tulisan kali ini campur-aduk, melayang-layang tidak jelas. Yang saya tahu, saya sedang mengeluarkan sedikit beban yang menghimpit sembari seolah melupakan rasa sakit yang menjalar di kepala. Saya memang tidak tahu, apakah selama ini jalan yang saya tempuh adalah jalan yang terbaik untuk saya. Yang saya tahu, semua jalan yang ditempuh manusia hingga pada ajalnya kelak adalah jalan perjuangan, jalan yang tersusun dari pengajaran-pengajaran yang berat, keras dan luka. Karena sejatinya, hidup tanpa melewati kesulitan tentu tak akan bisa menghargai keberhasilan. Semuanya serasa berawal dari “entahlah”, yang pada perjalanannya saya sadar untuk mengubahnya menjadi sebuah jawaban yang punya pembenaran.

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s