Ngamplah

Baru tiga bulan ini saya dengar istilah “Ngamplah”. Awalnya penasaran juga, “apasih ngamplah itu?” Jadi, itu kosakata datang dari seorang teman KKN-PPL jurusan Matematika dari Wonogiri. Jadi itu, kalau di Jogja ngamplah adalah muspro, sesuatu hal yang sia-sia belaka. Jadi, ceritanya, siang ini kita-kita PPL SMA N 1 Sleman juga lagi pada ngamplah. Para calon guru ini tidak punya pekerjaan ngajar karena hari dipakai untuk kegiatan lomba-lomba siswa dalam rangka lustrum. Alhasil, semuanya pada autis dewe-dewe.

Oh, kok malah curhat.
Oke, kembali ke judul, ngamplah. Begini indahnya kalau bangsa itu punya banyak dialek kedaerahan. Kadang, dari satu kosakata kita bisa gunakan utnuk main-main, geguyon, atau untuk menghangatkan suasana. Bahkan, ketika misuh ada juga yang suka pakai kosakata dari daerah lain. Bicara soal ngamplah, soal kesia-siaan, bagi saya rasanya menakutkan. Hal yang berat sebagai suatu kenyataan bahwa hidup kita penuh kesia-siaan. Tentu saja, kita semua punya prioritas-prioritas dalam hidup. Akan tetapi, terkadang banyak godaan yang menggiurkan kita sehingga lupa akan prioritas. Ibarat kita melakukan suatu perjalanan menyusuri jalan raya. Tiba-tiba, kita dipertemukan dengan persimpangan. Mulanya, kita mau jalan lurus-lurus saja, tapi melihat sesuatu yang menggoda di belokan, maka kita memutuskan untuk berganti arah. Duh, bahasanya blibet banget, ini sedang berusaha mengisi waktu di basecamp supaya tidak ngamplah.

Saya bingung, sudah ndumuk wudel, tapi tetap bingung kalau harus meneruskan tulisan saya ini tentang ngamplah. Coba saya lompat ke topik lain ya🙂
Jadi, saya baru tahu beberapa hari yang lalu bahwa “Syeitan itu memang lihai menggoda manusia, kecuali satu, yaitu hati manusia”. Oh, berarti selama ini, kalau saya berbuat dosa, sebenarnya hati kecil saya bersih, mengatakan tidak…tidak… Akan tetapi, hati mudah tergoda dengan bujuk rayu si penggoda. Nah, apakah syeitan ini ada hubungannya dengan ngamplah? Mari kita hubung-hubungkan, teman-teman. Jadi, ngamplah kan perbuatan sia-sia, dan syeitan itu suka sekali pada kesia-siaan (menurutku lho!)
Oke, saya sudahi dulu tulisan ini. Waktu ngamplah memang sebaiknya dimaksimalkan buat ngamplah saja. Ini buktinya, mencoba menulis di waktu ngamplah malah hasilnya absurd. Duh, ra cetho ngomong opo! Oke, sudah, saya akan segera memerangi jam-jam ngamplah karena ada panggilan tugas, wkwk Semangat nguliii KKN-PPLers!

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s