Bersyair

Sajak Kepada Mantan Guru SMA N 1 Sleman

 Ini hari semakin menepi pada tepian sepi

hingga tiada kata mampu mengurai rasa

namun, sepenggal sajak ini

kupersembahkan padamu, wahai pahlawan umat

 

Seorang anak kecil datang padamu

dengan langkah gontai berharap menggapai asa

sungguh tiada daya anak kecil itu

tanpa lembut belaianmu, wahai penggenggam ilmu

 

Engkau hadir laksana seberkas cahaya

penerang pada gelap hati para siswa

Kau tuntun kami meraih cita-cita

terima kasih untuk seluruh jasa

tentu kami tidak akan lupa

Kemarin sore dapat tugas PPL untuk bikinkan puisi di lustrum, itu hasilnya. Alibinya karena terburu-buru dan banyak tugas lain, maka digawe sebisanya saja. Padahal, emang nggak bisa coy!

Bicara soal puisi, saya jadi ingat kenangan sekitar satu tahun yang lalu.  Mahasiswa semester 3 PBSI semua kudu menempuh mata kuliah Apresiasi puisi. Nah, karena pementasan baca puisi ditiadakan oleh pihak jurusan, maka kelas kami (LCD) berinisiatif membuat forum baca puisi sendiri saben Rabu sore po ya, pokoknya ada satu sore yang kelas kumpul-kumpul di hutan pinus UNY buat bersyair. Rasanya bahagia aja, bisa bacain puisi karya sendiri di depan teman-teman. Em, besok pagi ini kebetulan saya juga mau praktik ngajarnya produksi puisi lalu dibacakan di depan kelas. Em, sebenarnya agak sedih sih, berkesempatan ngajar anak-anak SMA tapi pas materinya berat, mereka belajar nulis, tapi teks laporan hasil observasi. Pun, mereka kudu dijejali dengan aspek-aspek kebahasaan yang ih wow banget, materi zaman aku kuliah fonologi, morfologi, sintaksis, metu kabeh! Padahal itu mata kuliah yang aku nggak expert banget. Untungnya ada KI “mengonversi teks” jadi bisa cari suasana refreshing, nyastra-nyastra gitu🙂

Kembali ke LCD bersyair.
Nah, jadi teringat kilasan-kilasan kenangan masa silam. Em, memang ya, setiap kenangan itu punya caranya sendiri untuk kembali dikenangkan. Pun, terkadang juga punya caranya sendiri untuk tiba-tiba terlupakan. Ini tiba-tiba muncul saja kenangan-kenangan bersama teman sekelas di kampus. Jadi, sekarang saya sudah semester tua, sebentar lagi sudah lulus, aamiin🙂 2010 lalu, aku ketrima kuliah jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, sangat menyimpang dari jalan karir pendidikanku sebelumnya. Awalnya saya merasa sangat asing masuk ke kampus ungu, FBS UNY. Dulu sih berharapnya bisa ngumpul sama teman-teman di FT, haha tapi otak saya tidak nyandak. Alhasil, saya kenal sama anak-anak kelas L. Kelas L ini saat-saat kuliah praktik dipecah jadi kelas C dan D. Nah, begitulah awal penyebutan LCD.

Hari berganti bulan, bulan berganti tahun, tiba-tiba sudah lebih dari tiga tahun ternyata saya bareng-bareng sama mereka. Suka-duka tentu saja sudah gonta-ganti kita alami bersama. Mulai dari ada beberapa teman yang keluar karena memilih jalur pendidikan lain, beratnya tugas-tugas kuliah, kudu bikin video pembelajaran, kudu pentas drama, kudu bikin proposal penelitian, kudu tandingan futsal, sampai kudu KKN-PPL di masyarakat dan sekolah, nanti sampai kudu nyusun laporan KKN-PPL, dll sampai nanti kudu wisuda bareng-bareng atau wisuda dewe-dewe cepet-cepetan 🙂
Kalau dirasa-rasa tiga tahun cepet banget. Sudah apa saja yang saya dapatkan? Apakah saya sudah memanfaatkan waktu sebaik mungkin? Apakah saya sudah bisa jadi teman yang baik buat mereka? Apakah kekeluargaan ini akan kita hargai sampai kelak kita beranak-cucu? Em, semua jadi rahasia dan pilihan hidup masing-masing.
Oke, sampai jumpa setelah penarikan tanggal 17 September, teman-teman LCD. Mbak Uss pamit bikin kisi-kisi soal UH dulu, Assalamualaikum🙂

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s