Malas!

Maaf bloggy, beberapa hari mulai muncul penyakit lawas: malas. Tiga hari tanpa menulis, kecuali menulis sms balasan untuk ucapan lebaran teman-teman. Setidaknya, selama aku belum bisa rajin membaca, aku mau bersungguh-sungguh untuk belajar rajin menulis, menuliskan hal-hal yang dekat denganku dulu.

Tiga hari berlalu dengan aktivitas ala-ala lebaran gitu. Hari pertama: sholat id, ke makam, sungkem keluarga, sungkem keluarga besar di rumah Aput se-anak cucu (simbah dari ibu), Mbah Put se-anak cucu (simbah dari bapak), dan Simbok Buyut, ujung ke rumah tetangga yang dituakan sekampung, ujung ke sodara-sodara di kampung sebelah, pulang-tidur. Hari kedua: piket bantu persiapan tuan rumah di rumah Aput, masih ujung ke sodara-sodara di kampung seberang bareng paklik-bulik-sepupu dari Bapak, malamnya ujung bareng pemuda-i Wonosari, pulang-tidur. Hari ketiga: piket di rumah, ujung ke sodara-sodara yang jauh lintas provinsi (Jateng-DIY) padahal cuma seputaran Kaliurang Lama-Srumbung-Muntilan, hahaaa, malamnya rapat bareng tetua-tetua Pemuda-i Wonosari bahas agenda 17an, manteb, rame, solid. Diselani pamitannya seorang teman yang mau balik ke pendidikan brimob, haru, ada teman jauh datang juga, wow, lanjut pulang-menyapa bloggy-berniat tidur.

Boleh kan kalau aktivitas di atas dijadikan alibi tidak menulis selama tiga hari?😀
Hahaaa. Oya, sudah lama banget saya nggak baca novel. terakhir pegang Cadas Tanios, sampe hari ini belum selesai dibaca. Sempat menyukai membaca cerpen, tapi lama-lama ketemu males juga. Sebenarnya saya mau beralibi juga jadi malas karena banyak aktivitas dan mencurahkan pikiran ke beberapa hal secara bersamaan. Ah! Tapi setelah dipikir-pikir lagi, banyak lho orang yang jauh lebih sibuk dari aku yang cuma sok sibuk, tanggung jawab lebih berat daripada aku, nyatanya mereka baik-baik saja. Akhirnya, ketemu jawabannya. Aku tidak pandai melihat ke bawah, selalu mendongak ke atas saja. Akan tetapi, aku tetap selalu merasa bahagia dengan hidupku yang banyak kemalasan ini.

Setiap momen punya caranya sendiri-sendiri untuk kelak dikenangkan di hari tua kita.

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s