Akhirnya, termotivasi

Sudah lama sekali aku tidak menulis. Terakhir kali, seingatku dua bulan yang lalu, ketika empat hari bolos kuliah karena sakit, bosan di rumah tiduran terus, ajaib, terciptalah sebuah cerpen “Anak Wadonku”.

Ini keajaiban yang kedua kalinya, karena secara tiba-tiba aku pengin nulis. Sesuatu yang sederhana, menuliskan apa yang aku alami sehari-hari. Itu saja. Sederhananya lagi, semacam membuat catatan pada diary. Padahal, selama ini aku belum pernah satu kali pun mempunyai buku harian yang rajin aku coret-coret. Semua yang pernah aku alami cukup  mengalir saja, hanyut, tanpa bekas. Bekasnya ya cuma kenangan yang kadang teringat kadang juga lalu. Harapannya hanya satu, semoga ke depannya saya bisa selalu dihinggapi arwah rajin belajar menulis, setidaknya ada kemauan seperti malam ini 🙂

Ini malam ke seribu, aku duduk menepi

menanti bayang-bayang hitam menjelma warna nyata

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s