Seorang Wanita Datang Padaku

Seorang wanita datang padaku
dia bertanya,
“Buat apa aku bertahan? Mengulum rasa sakit yang tertahan. Sementara di sana dia sibuk membicarakan wanita-wanita lain! Ini bukan sekedar bicara perasaan atau harga diri. Lebih jauh masalah saling mengerti rasa sakit hati. Apa aku yang terlalu hina untuk dipandang? Atau matanya telah buta pada ketulusan?”
Terpaksa aku menjawab,
“Kau sebenarnya yang buta pada banyak kebahagiaan, karena selalu mencuri pandang pada urusannya. Sekalipun kau seorang wanita mulia pastilah ada lelaki yang menghinakanmu. Bukankan kau bilang wanita tegar dalam setiap tetes air matanya? Lalu kenapa kau begitu perasa dan amat rapuh?”
Butiran air mata jatuh,
“Banyaklah bicara pada hati, bukan pada bibir kalau kau mau memahaminya,”
katanya
“Kau terlalu berharga untuk banyak bicara. Pulanglah, selimuti nelangsamu dengan doa-doa! Agar kau tahu cara memahami dirimu sendiri,”
ujarku.
Berpisah!

-20 Oktober 2011-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s