Hei wanita!

Hei wanita hebat yang tampak wajahmu di cerminku berkaca
sudahilah semua penyesalan dan air matamu

Tidakkah kau berpikir sejenak,
betapa sangat berharga air mata dan kesedihanmu yang
tidak semestinya kau curahkan untuk orang yang bahkan
ketika dia menyakiti hatimu dengan umpatan-umpatannyapun tak ada permintaan maaf padamu

Tidakkah kau berpikir sejenak,
berapa besar pengorbananmu yang tak terkata
untuk orang yang bahkan ketika bertemu saja
tak ada sapaan untukmu

Sudah terlalu banyak cinta dan kasih sayang yang kau tebar
hei wanita bijaksana, sudahilah saja!
Atau kau mau sampai karatan terpuruk pada pengorbanan-pengorbanan itu?

Sudahlah, bahkan dia yang mengusik harimupun tak pernah merasa betapa kau berarti baginya
Tidakkah matamu terbuka dengan sikap dan tingkahnya?
Bisa jadi kau menganggapnya malaikat
tapi kau hanya sekedar sampah baginya
Sampai dia sadar seberapa sakitnya perasaanmu karenanyapun
tak ada arti apa-apa lagi.
Sudahilah saja, simpan pahit-getir ini sebagai kenangan saja!

-15 Agustus 2011-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s