Pemaknaan Hidup Seorang Kakek Tua

Seorang kakek tua
Duduk bersila menghadap ke jalan raya
Matanya, menatap lurus ke hadapannya
Bibirnya, sesekali mengumbar senyum
Seolah menikmati keseluruhan keadaan yang ada pada dirinya
Padahal jelas ia sedang mengibuli takdir
Garis-garis di wajahnya, melukiskan sudah lama ia berkawinkan kemlaratan
Toh hidup tetap harus berjalan!

Baginya menikmati hidup seperti menghisap sebatang cerutu yang ia genggam
Dihisap sari-sarinya, lalu buang asap yang tidak berguna
Nikmati sari-sari hidup, lalu fuh! Hembuskan saja yang tidak berguna
Tidak usah protes pada presiden kalau sekarang  ia jadi gelandangan
Tidak usah protes pada presiden kalau tinggalnya di jalanan
Tidak usah protes pada presiden kalau cari makan susah
Tidak usah protes pada presiden kalau cari uang juga susah
Tidak usah protes pada presiden kalau nasib hidupnya lebih tragis ketimbang nasib  para koruptor
Nikmati saja sari-sari hidup, lalu fuh! Hembuskan saja yang tidak berguna
-31 oktober 2011-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s