Teruntuk Bu Pintam . . .

Kala itu, matahari bersinar terang seperti biasanya dan aku menikmati hari-hari awal mengenal lingkungan baru di PBSI UNY. Hahaaa, sungguh tragis sebenarnya nasib anak lulusan SMK yang mendapat tempat kuliah bukan sesuai dengan jurusan yang telah 3 tahun didalaminya di SMK dulu, rasanya orang memandang sangat sangat dan sangat sebelah mata!!! Ahai, lepas dari semua itu yang namanya rejeki kan Alloh yang atur, siapa tahu memang jalannya harus muter-muter dulu untuk nemu yang diinginkan kelak di masa depan. Belajar berfikir positif dan selalu menyemangati diri saja.

Mata kuliah Menyimak Komprehensif & Kritis, hedehh apa itu ? Buyar dan sama sekali tidak ada bayangan, haha lagi-lagi aku berfikir untuk menyalahkan *“nasib” atau “takdir” entahlah tepat mana* yang telah membawa langkahku sampai ke dunia Bahasa & Sastra Indonesia yang aku saja hanya dikit-dikit tahu, tahu-tahu dikit. Ckckk. Setelah kerepotan dan dengan peluh keringat membasahi sekujur tubuh (lebay)  akhirnya ketemulah kelas untuk mata kuliah tadi. Masih dengan kebiasaan yang mendarah daging, telat. Ya, dulu siswa telatdan sekarang juga masih jadi si telatdan. Teladan dan telatan 11 12 kan!!!

Inilah yang menjadia awal saya bisa mengenal sosok Bu Pintam, seorang dosen yang usianya sudah senja tetapi jangan dipandang sebelah mata karena semangatnya untuk membesarkan ilmu anak-anak bangsa sungguh sangat kuat. Bu Pintam sangat bangga dan menyukai Bahasa Indonesia, dari beliau jugalah saya sedikit belajar menguatkan hati bahwa terjun ke dunia Bahasa Indonesia bukan jalan yang salah. Untuk pertama kalinya Bu Pintam mengajak mahasiswa-mahasiswanya untuk ikut menyukai Bahasa Indonesia dan kelak bakal bisa mengajarkan Bahasa Indonesia kepada orang-orang yang lebih muda dan yang paling penting adalah “tidak malu menjadi orang yang bergelut di dunia Bahasa Indonesia”

Sosok Bu Pintam membuatku jatuh cinta pada pandangan yang pertama. Betapa tidak ? Bu Pintam di mataku adalah sosok guru besar yang tak akan pernah terhapus dari pikiranku, ya beliau adalah guru besar menurutku. Banyak hal yang menginspirasi dari beliau, seperti menorehkan keteladanan yang selalu mengalir tanpa putus-putusnya padaku mengalirkan contoh-contoh dan pemahaman yang menyegarkan di tiap alirannya sampai merasuk ke jasmani dan akalku. Banyak hal yang teman-temanku tidak ketahui dari sosok Bu Pintam, mereka mungkin menganggap beliau tak lebih dari seorang dosen tua yang perfeksionis, nggak boleh senyum-senyum sendiri saat kuliahnya, nggak boleh ngomong dengan bahasa tidak baku, dan selalu tidak suka pada mahasiswa yang celelkan. Tapi semua pemikiran itu sedikit berseberangan dengan pemikiranku tentang pribadi Bu Pintam, sunggu luar biasa beliau di mataku. Dimana aku bias tahu dosen dengan usia senja yang masih mau aktif memberikan kuliah, masih aktif menulis di Koran dan surat kabar, mengoreksi skripsi-skripsi, rela membagi ilmu pada anak-anak bangsa dengan les-les yang beliau beri, dan kegiatan lain sebagai dedikasinya yang tinggi pada pembelajaran negeri ini.

Sangat bersyukur aku berkesempatan berkunjung ke kediaman putri Bu Pintam beberapa waktu lalu bareng sama Tinar Aditya untuk menemui beliau di luar kesibukan kampus. Tak pernah terbayangkan ternyata Bu Pintam punya cerita-cerita yang luar biasa menarik untuk kuambil makna dan hikmah hidupnya, Bu Pintam di rumah sangat berbeda dengan sikap di kampus, beliau benar-benar professional dimana bias membedakan sikap serius dalam pembelajaran dan sikap biasa di kehidupan sehari-harinya. Seorang wanita tua yang ke kampus dengan becak pribadinya itu tak pernah hilang bayangnya dari anganku.

Teruntuk Bu Pintam, namamu tak akan pernah lekang terhapus masa. Sampai aku kelak menjadi penggantimu dan menularkan betul pelajaran-pelajaran yang telah kau beri kepada anak-anak bangsa sesudahku, sampai kelak usiaku sama denganmu mencapai kepala 7 aku akan meniru semngat juangmu!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s