HONAI, SENI DAN BUDAYA INDONESIA DARI PAPUA

Posted: August 21, 2010 in Uncategorized
Tags: , , , ,

Papua, pulau timur di Indonesia yang memiliki beraneka ragam keunikan dan budaya yang khas. Seni, budaya dan tradisi yang berkembang di sana masih begitu kental tanpa campur tangan modernisasi dan pengembangan dari masyarakat luar. Selain itu, Papua juga mampu menyuguhkan kemolekannya melalui beberapa tempat wisata yang ada di sana. Indonesia wajib berbangga memiliki pulau Papua yang mampu melengkapi deretan pulau-pulau Indonesia yang unik, khas dan memiliki beragam budaya yang mengakar di sana.

Berbicara tentang Papua, tentu pikiran kita terbersit dengan satu nama rumah adat di sana yang terkenal uniknya. Ya, Honai. Rumah Honai adalah rumah adat Papua yang terbuat dari kayu dengan atap berbentuk kerucut yang terbuat dari jerami atau ilalang. Honai dibangun sempit dan tidak berjendela untuk menahan hawa dingin pegunungan papua masuk ke dalam rumah. Honai biasanya dibangun setinggi 2,5 meter dan pada bagian tengah rumah disiapkan tempat untuk membuat api unggun untuk menghangatkan diri. Rumah Honai terbagi dalam 3 tipe, yaitu untuk kaum laki-laki (disebut Honai), wanita (disebut Ebei) dan untuk kandang babi (disebut warnai).

Selain rumah adatnya, Papua juga memiliki sejumlah kebudayaan yang melengkapi Bhineka Tunggal Ika seperti tarian daerah, alat music daerah, lagu daerah, pakaian adat dan banyak budaya lain yang tumbuh di sana. Tarian Papua merupakan salah satu andalannya. Tari papua menampilkan sekumpulan penari pria dengan pakaian adat papua lengkap dengan tameng dan tombak. Tarian ini mirip seperti tarian perang, dimana gerakan yang energik tampak dalam memainkan tameng dan tombak, terkadang diiringi suara teriakan yang khas. Itulah merupakan gerakan khas dalam tarian tersebut. Dari Papua Timur memiliki tarian andalan yakni, Tarian Selamat Datang dan Tari Musyoh. Tari Selamat dating menunjukkan kegembiraan hati penduduk dalam menyambut tamu yang dihormati, sedang Tari Musyoh merupakan tarian sacral dalam upaya mengusir arwah orang yang meninggal karena kecelakaan. Dari papua Barat, ada Tari Suanggi yang mengisahkan seorang suami yang ditinggal mati oleh istrinya karena menjadi korban angi-angi (jejadian). Kemudian ada tari perang, yaitu tari yang melambangkan kepahlawanan dan kegagahan rakyat Papua. Dari Biak, ada tarian yang bernama Yospan yang merupakan salah satu tarian pergaulan Yosim dan Pancar, dua tarian berbeda yang akhirnya dipadu menjadi satu.

Alat music Papua yang terkenal adalah Tifa. Tifa mirip seperti gendang dengan permainan dipukul. Terbuat dari sebatang kayu yang dikosongi atau dihilangi isinya dan pada salah satu ujungnya ditutupi dengan kulit rusa yang telah dikeringkan untuk menghasilkan suara yang indah dan bagus. Bentuknya biasanya diberi ukiran. Tiap suku di Maluku dan Papua memiliki Tifa dengan cirri khasnya masing-masing. Selain itu ada pula Pikon, yang merupakan alat music tradisional Jayawijaya papua. Musik mPikon dalam bahasa Baliem jayawijaya disebut pikonane yang artinya Pikon adalah alat music dan Ane adalah bunyi. Pikonane jenis music yang dihasilkan oleh alat music tiup sekaligus bertali yang kalau talinya ditarik akan menghasilkan tiga nada dasar yaitu do,mi,sol. Bahan yang dipakai untuk membuatnya adalah Hite, sejenis bamboo berruas-ruas dan tidak berisi padat.  Selain Tifa dan Pikonane ada juga alat music Atowo dan Fu.

Untuk lagu daerah, Papua memiliki lagu Apuse dan satu lagu yang cukup terkenal, yakni yamko Rambe Yamko.

Menyingkap setiap ujung Papua, ada beberapa tempat wisata yang menggambarkan kemolekan pulau timur Indonesia ini, diantaranya Danau Sebtani yang terlihat begitu cantik dan tenang, walau dengan banyak cerita mistis dari sana. Pantai Base G dengan pohon-pohonyya yang teduh, Pantai Hamadi yang dulu merupakan tempat mendarat tank-tank sekutu. Teluk Yafota di Jayapura yang memiliki sisa peninggalan kapal sekutu, tugu Mac Arthur, Pulau Asey sebagai penghasil seni lukis di atas kulit kayu dan banyak tempat wisata lainnya.

Kesenian, adat, budaya yang mengakar di Papua harus diberdayakan semaksimal mungkin untuk peningkatan kesejahteraan rakyat, membangun kecintaan pada budaya lokal dalam bingkai kebudayaannasional Indonesia.

Comments
  1. Eko says:

    Besok buat skripsi tentang apa us. Udah ada ” andai – andai ” atau belum. KURASA KERJA DISINI TERLALU SANTAI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s