KULITINTA BUBAR????????

Haha….
Kata-kata yang sering mengiang-ngiang di seputar telingaku.
Bagi yang belum kenal Kulitinta, silakan lihat posting yang terdahulu.

Kalian tahu arti sebuah amanah????
Amanah, menurutku adalah suatu tanggung jawab yang telah orang lain beri pada kita atas dasar percaya.
yah, itu yang aku tau.
Tapi saat kau tak bisa mengemban amanha itu dengan maksimal????? Apa yang akan kalian lakukan???
*Mati aja lo!!!*

Miris tiap kali aku dengar kata Kulitinta.
Rasanya seperti menelan mentah-mentah kerikil api. Panasnya menjalar dari dada menyebar ke seluruh badan dan mencabik-abik benteng pertahananku, kepala ini seperti tertimpa genteng pecah pas di ubun-ubun.
Bukan karena aku nggak menyukainya, tapi karna satu alasan : Ketololan akut!!!!!

Itu satu dari banyak alasan.
Tiap kali ada publik menyorot Kulitinta, satu komentar yang selalu ku dengar. Entah dari guru (yang katanya mengusulkan berdirinya Kulitinta), kakak kelas (Yang menjadi roda awal penggerak lahirnya Kulitinta juga), teman-teman yang rajin liat web sekolah, masyarakat dan khalayak “Mana kerja kalian???? Meding mati aja!!!”

Sakit dengernya.
Ya, nggak lantas hanya sakit doang yang ada. Kita sudah berusahai menjalankan tugas yang ada, menambal celah-celah kebodohan kita.
Tapi hanya inilah yang bisa kita rasa….
Sakit bertubi-tubi.
Salahku paling banyak. Kenapa aku nggak bisa menjadi motivator bagi mereka??? Kenapa aku nggak bisa seperti orang-orang yang slalu dibanggakan karena pandai mengkoordinasi orang lain??? Kenapa … Kenapa???

Ah, bukan penyesalan karena “kenapa” yang aku pikir.
Tak bakal ada perubahan saat aku hanya bisa menangisi dan menyesali yang telah ada.
Karena satu alasan : Ketololan akut!!!

Kerjasama bisa terjalin karena rasa saling menghargai.
Itu yang terlintas di tengah-tengah buyarku.
Apakah benar orang-orang yang dianggap pintar itu terkadang egoistis??? Apakah benar??? Mereka suka menyepelekan orang lain, tak mengakui keberadaan orang lain.
Owh…betapa malang nasib dunia ini jika hal itu benar adanya.
Sebuah rumah akan terlihat kokoh saat semua  bagian ikut andil menjalankan tugasnya. Pondasi, tembok, tiang, atap dan lantai.
Tak kan mungkin bangunan kokoh jika hanya bermodal pondasi. Tak kan mungkin bangunan bisa kokoh jika tak ada dinding.
Inilah hidup, kita harus bisa saling melengkapi satu dan yang lain.
Ada kurang pasti ada lebih.

Aku selalu terima orang mencibir. Diam tak berarti tak memberi tanggapan. Mungkin hati ini tak kuasa mengeluarkan luapan emosi, tapi satu pengertian akan sangat berarti.
Aku tak pernah menyalahkan orang lain di sini, karena kunci kesalahan justru ada pada diriku.

Putus asa, dan menyerah selalu menghantuiku. Tak bisa kuhapuskan jika tak ada tawa canda kalian semua saudaraku seatap, setiang, sebangunan.
Perasaan di bawah tekanan yang satu ini benar-benar menyiksa. Karena apa?? Tak ada kata tulus dan ridho untuk semua ini.
Aku tak sekuat kalian teman-temanku yang ku anggap kuat. Tapi aku juga nggak mau terpandang lemah dan dilecehkan!!!!

Hah….bukan karena aku ingin mendapat pembelaan. Bukan!!! Bukan karena itu.
Hidup itu penuh pelajaran. Saat kita belum bisa menyelesaikan dengan baik satu hal, maka yakin TUHAN pasti akan memberikan kita remidi untuk hal yang belum kita tuntaskan itu. Tapi.. memang betul jangan pernah sia-siakan kesempatan yang ada.
Aku..
Aku akan mencoba terus hidup.. memberi kehidupan untuk orang-orang yang mau menerima keberadaanku.
Entahlah. . ada atau tidak!!!

One response to “KULITINTA BUBAR????????

  1. Eh Uswatun Apa Kabar Aku Baru Aja Nembak Temen Aku Yang Deket Rumah (Bukan Eki) Orangnya Baik Tapi Kalau Aku Deket Sama Dia Aku Jadi Ngak Tahan Jadi Kepingin………………………………………….
    Kepingin Itu Tuh

    Makan EHeheheheh🙂 I Hope You Are Smile EHeheheh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s