. . .

Hari itu, Minggu 22 Maret 2009. Bangun tidur aku gak langsung beranjak, kuhirup nafas dalam-dalam….

ah!! bukan karena hari Minggu libur trus bisa seenaknya bangun siang. Satu alasan untuk itu. Karena hari itu adalah nafas terakhirku di tahun ke-16. Ya…nafas terakhir di tahun ke-16. Sambi mengingat-ingat hal apa yang sudah aku lakukan selama satu tahun ini, adakah suatu yang bisa membuatku bangga pada hidupku?? aku bertanya. Tentu ada.

Tak kuasa aku menahan air mata…(uwahh pagi-pagi mewek). Sehari itu hatiku sungguh berdebar tak terkendali. Semua aktivitas yag aku jalankan tak dapat menghilangkan ingatanku pada hari esok, hari dimana aku akan menemui diriku dengan umur yang telah bertambah satu. 17 tahun….rasanya hidup ini begitu cepat. Benarkah jarum jam penunjuk waktu tidak berjalan terlalu cepat?? Entahlah.

17 tahun, usia yang kata orang adalah usia terindah saat kita mulai beranjak dari anak-anak ke masa yang lebih berat tantangan hidupnya, yah..masa dewasa. Rasanya ngeri membayangkan harus meninggalkan saat-saat indah dulu kecil. Tambah ngeri lagi kalau membayangkan susahnya hidup jadi seorang dewasa. hah!!!

Mungkin memang ini sudah saatnya bagiku, dan bagi semua remaja seusiaku yang dag-dig-dug menyambut 17 tahun bahwa kita harus mampu menatap hari esok. Tidak semestinya kita terus terbelenggu dalam kungkungan sangkar masa kecil. Yah, setiap usia bertambah haruslah selaras dengan bertambahnya pemahaman kita pada makna hidup yang sudah kita usahakan ini.

Dulu waktu kecil tak pernah terlintas di benak kita bagaimana persaingan hidup yang semakin hari benar-benar semakin tinggi tingkat kompetisi manusia. Tak pernah terbersit sedikitpun kalau masa yag akan kita hadapi ini tak tanggung-tanggung menyeleksi setiap manusia yang berhak mencicipi manisnya masa depan. Saat itu hal yang bisa kita pikir hanyalah sekedar main, jajan dan tertawa bersama teman-teman.

Besuk, saat usiaku sudah benar-benar 17 tahun aku harus bisa menutup lembaran kelam masa sebelumnya. Sebisa mungkin harus ku tinggalkan sifat-sifat yang itu bisa merugikanku sendiri. Aku harus bisa mengubah kebiasaan-kebiasaan buruk yang melekat di sini, di sisi jiwaku. Saat usiaku 17 tahun, aku harus berani menatap hari esok, bahwa hidupku tidak boleh sia-sia. Akan kupenuhi janji-janjiku pada masa depan….akan kuusahakan semua mimpi yang pernah kurajut. Biarlah orang bilang aku hidup dari mimpi, biarlah orang mencibirku karena aku terlalu percaya pada diriku yang lemah di mata mereka. Aku gak akan peduli pada ucapan-ucapan yang membunuh keberanianku.

Hari ini , sehari sebelum usiaku 17…kuuntai doa pada TUHAN Yang Maha Rahman dan Rahim, kuucap syukur atas semua yang pernah aku dapat selama hidup ini, terlebih hembusan nafas ini.

Hari ini, sehari sebelum usiaku 17 …aku masih sedikit takut menghadapi kenyataan bahwa aku harus mulai berfikir dewasa.

Hari ini, sehari sebelum usiaku 17 …ku susun semua rencana-rencana hidupku yang kupegang kukuh sebagai rahasia alam…..masih sebagai rahasia.

2 responses to “. . .

  1. ak selalu yakin kau pasti bisa jadi seorang penulis hebat us,.semangat,.aku selalu suka tulisanmu,.
    dan ngomong2 soal 17 taun,.aku juga dah 17 ton lho,.
    wkkwkwkkakakak,.
    hheheh,.
    hm,.
    nothing special sih biasa aja,.
    hehe,.
    tapi ak bakal melakukan suatu perubahan us,.dan itu untuk jadi lebih bae,.
    q yakin kamu juga bakal seperti itu 😀
    hehhe
    lup u cinta,,..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s