bukan “lelah” ini namanya…

huaaahemmmm. . .

Lagi-lagi aku terpaku dalam lamunan. Membangun sebuah alur cerita yang hanya aku dan ilusiku yang ada. Jauh…nun jauh di sana, tak seorangpun dapat mengejarku bahkan untuk menemukanku di sana.

Aku..

Lagi-lagi aku yang hidup dengan penuh keluhan.

( Padahal aku tahu tak seharusnya hidupku tercoreng-moreng dengan segala keluh, kesah yang selalu melanda hati, menebarkan benih-benih kegalauan.)

Aku..

Tak pernah terpikir dalam lamunanku hal seperti yang baru saja aku temukan ini.

Seorang ibu muda, dengan seluruh peluh, keringat membasah dari ujung rambut yang kusam, menetes..mengalir menuju arah yang pasti lebih rendah dari awal dia muncul. Lihatlah kemeja putih yang dikenakannya. Ada beberapa bekas lubang, entah sobekan karena apa. Tangannya tak lagi menenteng sesuatu nyang biasa. Yang kanan menengadah, yang kiri sibuk merapatkan lengan memegang suatu yang bukan biasa. Kakinya tak lagi mulus, kering kusam. Ah,,bukan pada si ibu aku meletakkan rasa kasihanku.

Pada hal yang bukan biasa di tangan kirinya. Ya, seorang bayi yang aku yakin belum genap 3 bulan umurnya,kecil, diam.  Kalaulah TUHAN mengijinkan diperdengarkan keluhnya, pasti dia akan bilang “Aku ga kuat di sini. Sadarlah kalau tempat yang pantas buatku adalah kasur empuk, dengan mainan yang bergelantungan di sana, sebotol susu yang amat manis yang bisa mengurangi dahagaku. Bukan di sini!! Di perempatan yang bising, aku sampai tak bisa menangis menahan panas yang membara. Tidakkah kau lihat aku sudah tak kuat dengan bunyi klakson-klakson mobil itu?? Tidakkah kau tau Ibu, bukan di sini tempatku??”

wah, sungguh malang nasibnya. Rasa perih itu tak begitu sebanding dengan rasa perih yang (bagiku banyak hal-hal yang membuatku perih).

Sungguh ..Aku..seperti layaknya umat yang tak bisa syukur nikmat.

Keluh yang selalu kuungkapkan..adalah keluh karna aku tak mampu hanya untuk sekedar menahan semua perasaan gundah.

Tak seharusnya aku berkeluh. Tak sepantasnya.

Mereka…orang-orang yang diberikan cobaan lebih, jauh lebih berat dari ku saja banyak yang diam. Tak usah berkata-kata bahwa hidupnya kini tengah dirundung duka. Cukup sajalah dia dan TUHAN yang tahu.

Ooohhh…sungguh mulia.

Sering aku berjanji pada diriku sendiri.

Tak kan pernah menghapus senyumku pada setiap orang yang aku temui walau hatiku sedang perih, perih sejadi-jadinya sekalipun.

Sering aku berjanji pada diriku sendiri.

Aku akan jadi seorang Srikandhi sejati. (eleh-eleh aku ga kenal dia). Seorang yang selalu berbesar hati saat tamparan datang bertubi-tubi, menusuk-nusuk halus hatiku. Tapi perih benar-benar perih.

Sering aku berjanji pada diriku sendiri.

Aku tak akan pernah berpaling dari orang-orang yang butuh suplai motivasi, butuh aku saat mereka down. Bahkan dengan senang hati aku relakan kepentinganku demi dia.

Sering aku berjanji pada diriku sendiri.

Tak kan pernah ku sakit hati pada orang-orang yang telah menyakitiku. Pada orang-orang yang tak pernah merasa bahwa dia menyakitiku.

Sering aku berjanji pada diriku sendiri.

Tapi janji itu, kadang menguap bersama hangatnya abu. Kadang terikat kuat di hati tapi cepat-cepat lari bersama angin.

Aku..

Lagi-lagi aku. Hanya seorang aku yang kadang aku sering merendahkan diri (padahal aku tahu itu hal yang lama aku benci) masih n\berusaha membuat segala sesuatu yang melekat padaku, pada hidupku menjadi benar-benar LUAR BIASA.

Yah, semua ada padaku sendiri.

3 responses to “bukan “lelah” ini namanya…

  1. standing applous for you us,.
    kalu kamu bikin n buat buku,aku pastiin aku yang bakal beli pertama kali,
    ingat kata2 ku us!!!
    hohohoh~

  2. us,.sumpe deh us,.megh salut berat sama kamu,.
    megh tak mampu berkata2,.
    megh bangga punya seorang taman jago nulis kayak kamu,.
    megh salut,.
    huahhhhh~

    dikembangkan terus yak🙂
    smoga qta bisa terus bersahabat🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s