sok. . .

16 05 2009

Sekarang ini lagi marak banget yang namanya kompetisi tulis-menulis. Wuihhh…secara hadiah yang ditawarkan juga sangat menggiurkan. Maka, orang-orang mulai berduyun-duyun, lari-lari, jungkir-jempalik berlomba lomba mencari inspirasi buat tulisannya. Ada yang rawuh ke tempat Mbah marijan minta doa pendatang inspirasi dari Mak Lampirnya Gunung Merapi (hee..), ada yang semedi di pinggir Kali sambil sesekali mengikal kail (itu mah mancing neng!!), ada yang nyolong-nyolong rambut Andrea Hirata trus ditempelin pake dabeltip ke rambutnya sendiri biar kecipratan jiwa nulisnya trus bisa dapet inspirasi yahud dari rambut itu, bahkan ada juga yang sampai tidur jongkok nahan ngorok komat-kamit. Ih…segitunya ya!!!
*hadu…ngaco sangat!!*

Lepas dari itu semua, Bluk!!! jatuh deh!! Lepas kok . . .??**
Menulis itu butuh satu energi. Yah, karena sebuah tulisan yang dipondasi dengan energi yang kuat pasti akan lebih memiliki ruh yang mampu memikat pembaca daripada sebuah tulisan yang rada maksa hanya bermodal motivasi ikut ambil kesempatan menang dapet hadiah doang!!

Dan energi itu adalah . . .”CINTA”.

He..he… emang ada hubungannya ??
*Kalalu nggak ada ya diada-adain.*

Ketika kamu memulai menggoreskan ujung penamu dengan cinta dan perasaan bahagia, inspirasi akan mengalir terus-menerus. Sampai-sampai kau sendiri tak bisa membendungnya *banjir tuh!!*

Hee…jadi inget kata Bu Guru Fisika beberapa hari yang lalu. Menginspirasiku…
Latar : suasana kelas yang damai, angin semilir, sesekali terdengar burung berkicau.Pelajaran fisika berlangsung. . .
Bu Fisika : “Siapa yang tau contoh gelombang??”
Andri (Si Pak RT yang betah jadi bintangnya kelas) : “Gelombang tali Buk!! Gelombang air!!”
Bu Fisika : “Sip!! Trus…??” ( manggut-manggut dan masih ngotot nunggu yang lain ngomong)
Anak-anak : ??!!!!!***//!!!
Rizal : ” Gelombang cinta bu!!” (wah.. nyeplos kok nggak kira-kira!!)
Bu fisika : ” Haduuu…”(ngelus perut tanda bingung)
Anak-anak pada ngakak. . .
Trus Bu Fisika melanjutkan penjelasannya..
Anak-anak mulai pasang tampang serius lagi.
Bu Fisika : ” Ya..ya!! saya hargai semua pendapat kalian.Eh, itu kok bisa dinamakan gelombang cinta kenapa?? Tau nggak?”
Wah, Bu Guru ketularan ngaco ni. Kan nggak ada sangkut pautnya sama fisika.
Anak-anak : “Ha???” (Karna bergelombang daunnya kali buk!! atau karna yang beri nama dulu lagi jatuh cinta!! atau cinta si pemberi nama lagi bergelombang!! Hah….intinya nggak nyambung sama fisika deh. Satu pemikiran siswa yang konyol.)
Bu Fisika : “Gelombang cinta itu nanamnya PAKE CINTA. kalau enggak pasti mati!!”
(Lho kok gitu si???Pake cinta kalau nggak ada tanah juga pasti mati!! Wah…gara-gara Rizal ni!!)
Bu Fisika : ” iya!!! tanpa cinta dia nggak akan tumbuh subur. Pasti layu. Mati. Coba tanya aja sama penanamnya….pasti mereka nanamnya pake cinta!!”
Anak-anak : “Owh….” (Sangat terpesona)
Bu Fisika : “Emm kalo nggak percaya kalian coba aja, nanam tanaman pas hati kalian berbunga-bunga sama nanam tanaman pas hati kalian lagi patah alias sedih. Pasti tu tanaman tumbuhnya beda!!!”
Anak-anak : “Owh….” (Keplok-keplok makin terpesona)
( Pesan : Kalau mau cari pacar yang hobi tanam-menanam aja!! soalnya mereka banyak cinta!! Hee…)

Wah..bener nggak ya!! Rada sangsi juga sih.

Pasalnya yang namanya ngelakuin sesuatu tu NIAT pasti nomor satu. Trus kalau udah niat nggak usah pakai cinta juga bisa kok. Iya nggak ya????
Emm…seberapa besar sih arti sebuah cinta itu??? Melebihi motivasi yang tiap hari kita pupuk??? Lebih pentingkah dari perasaan lain yang pernah kita rasa???
Ah, hanya TUHAN yang tau jawabannya. *Lho kok????*
Benarkah jika kita mengawali semua aktifitas kita harus didasari cinta agar hasil akhirnya sempurna???
*mungkin ada benarnya juga*

Hadu…jadi ngelantur!!
Back to tulis-menulis aja!!!
Emm…setelah kita mengawali dengan NIAT dan CINTA (ini disarankan) inspirasi sangat penting untuk melanjutkan arah kemana ceritamu akan dibawa. Sesuatu yang mengilhami gitu ya… Jadi dari situ kita bisa menata alur-alur cerita lain yang akan menyambungkan kata demi kata sehingga bisa terangkai sempurna dan sampai akhirnya kita mampu memberikan point-point penting atau HIKMAH pada para penikmat karya yang telah kita buat..
Kenapa harus ada hikmah???
Ya, kalau menurutku itulah ruh dari suatu bacaan, dimana kita dapat memberi pelajaran bagi mereka yang membaca karya kita. Mereka dapat memetik pelajaran atas apa yang mereka baca. Jadi pembaca tu nggak hanya mubazir lirik kanan, lirik kiri.
Setelah nemu inspirasi, kita bisa mulai membumbui cerita kita dengan pilihan kata yang menarik. Ya, paling nggak bahasa kita “sreg”lah sama pembaca yang kita incar. Misal kita pengen buat tulisan motivasi buat remaja, maka kita harus sesuaikan bahasa yang pas buat mereka ada guyonnya mungkin, yang jelas bukan bahasanya dosen!! (hee…). Trus selalu jaga mood, karena suasana hati sangat berpengaruh pada karya kita. Ceile…
Kuasai emosi saat menulis, konsentrasi dan jangan pernah sekali-kali merendahkan kualitas tulisan kita. Ini untuk menyemangati diri saja, saat kita merasa tak percaya diri, maka pintu kegagalan terus mengusik kita untuk masuk ke dalamnya. Biarkan tulisan yang kita buat ngelantur, karena kita bisa mengeditnya lagi, yang penting semua inspirasi tercurah. Jangan lupa gunakan pula imajinasi kita, rada mengkhayal dan berandai-andai atau menceritakan hal yang tak bisa dinalar, itu sah-sah saja. Yang paling penting kita selalu berdoa, mohon kelapangan dari-NYA. Minta setetes ilmu dari samudra keagungan-NYA.
Itu pengalaman , step-step yang pernah saya alami saat mau menulis.

* Ya..jelas dong!! Menulis karena tugas dari guru.*

Kunci sukses ada di hati kita masing-masing!!!
Salam super!! *Lah..kok?!*

Disarankan untuk konsultasi ke orang-orang yang jauh lebih tau tentang dunia ini. (Bukan pada siswa dodol bin konyol ini.) I’m just an innocent. NIAT HATI INGIN BERBAGI, TAPI…SOK MENGGURUI*
Sekiranya dibukakan pintu maaf yang selebar-lebarnya
* Kalau nggak lebar takut nggak muat.*





Jangan bilang kau HIDUP kalau kau tak punya PEGANGAN HIDUP!!!

16 05 2009

Sekian lama tak bersua. Hee…
Adakah di sana kau rindu padaku?????
Eleh..eleh!!!

Sekiranya kata itu yang menjadi tolok hingga aku harus mengungkapkannya.

Biar. . .

Kalian pernah merasa sakit hati karena tak dianggap ada???
Kalian pernah merasa terkucilkan karena pemikiran kalian yang rada abnormal??? (haha)
Atau kalian dendam pada orang-orang yang mengekang keputusan kalian mencari jati diri kalian???
Suatu saat pasti kalian pernah merasakannya, entah sepenuhnya atau hanya secuil saja.

Yah, itu konsekuensi hidup. Hidup itu Read the rest of this entry »





KULITINTA BUBAR????????

16 05 2009

Haha….
Kata-kata yang sering mengiang-ngiang di seputar telingaku.
Bagi yang belum kenal Kulitinta, silakan lihat posting yang terdahulu.

Kalian tahu arti sebuah amanah????
Amanah, menurutku adalah suatu tanggung jawab yang telah orang lain beri pada kita atas dasar percaya.
yah, itu yang aku tau.
Tapi saat kau tak bisa mengemban amanha itu dengan maksimal????? Apa yang akan kalian lakukan???
*Mati aja lo!!!*

Miris tiap kali aku dengar kata Kulitinta.
Rasanya seperti menelan mentah-mentah kerikil api. Panasnya menjalar dari dada Read the rest of this entry »