Aku takut!!

28 03 2009

Bayangkan saja hari ini 23 Maret 2009

Heeee rada maksa.

Semalam tidur gak begitu pulas. Debar jantung menyambut usia 17 (Haaaa…). rada lebay juga kenapa harus “se-ndredeg” ini.

Pukul 00:04:00 ada sms masuk. Pesan “hepi b’de” pertama dari teman. Begitu seterusnya aku diberondong pesan-pesan dan doa di hari jadiku.

Sujud syukurku Ya-ALLAH Engkau kirimkan orang-orang yang begitu menyayangiku. Orangtuaku (tak tergambar ucapan trimakasihku), adekku, simbah di rumah juga (Aput, Pak Nur yang lembut mengelus kepalaku dengan untaian doa), teman sekolah di STM, teman SMP, beberapa teman SD (makasih Bro!!), sanak saudara, handai taulan, mas-mas dan mbak-mbak di rumah, temennya adekku, temennya temenku (halah!!) dan semua orang yang dengan tulus memohonkan doa pada-MU untuk seorang biasa yang tepat hari ini bertambah satu usianya. Rasanya semua orang menyayangiku sepuluh ribu kali lipat dari hari-hari biasa.

Berangkat sekolah rada gimanaaa gitu. Emm..trimakasih untuk semua teman yang memberiku semangat buat hadapi hari esok lewat jabat tangan kalian.

Sebenarnya apa yang aku takutkan setelah usia ku 17 tahun adalah bukan hari ini, bukan di tanggal 23 Maret. Tapi di jalan yang baru saja aku masuk ke sana….jalan yang akan kupilih hingga dapat mengantarkanku ke masa depan yang itu semua masih dipegang TUHAN. Sungguh, aku masih takut menghadapi hari dewasaku. Jalan ini, remang-remang ku telah berani melangkahkan kaki ke sana.

Apapun yang akan ku hadapi nanti, aku percaya aku tak akan pernah sendiri. Tinggal kuatkan tekad dan semangat untuk mengisi kegalauan hati yang selalu mendera. Bismillahirrahmanirrahim!!!! Ku mulai hari-hari di dunia nyata ku, di dunia yang mengharuskanku memikirkan hidup. Bismillahirrahmanirrahim!!!

. . . . .

23 Maret 2009

Buat Uswatun

“If you feel down see and talk to me…maybe you will be happy, so I to say for you Best Wishes and Happy Birthday”

Walau jarak memisahkan kita

Dan kejauhan membatasi sejuta kerinduan ini

Namun itu tak menghalangi turut sertaku di harimu

Sebagai pengganti kehadiranku, terimalah lewat lembaran ini

Kepadamu … di saat hari jadimu

Kutitip rindu dan salam serta

Kuucap Selamat Ulang Tahun

Semoga panjang umur.

Kesuksesan, keceriaan, kebahagiaan cita dan cinta

Selalu menyertai setiap langkahmu.

Ehh…tambah dikit!!!!!!!

Barang ini, mungkin gak berarti apa-apa . .

Tapi ketulusan menerima dan keikhlasan dalam memberi, semoga dapat mempererat persahabatan kita.

Happy Birthday

Jadikan segala sesuatu yang kita lakukan hanya karena ALLAH. Maafkan semua kesalahanku yang sudah-sudah maupun yang akan datang.

Salam Dariku,

Hahaaaa. . .

Surat sahabatku.





. . .

28 03 2009

Hari itu, Minggu 22 Maret 2009. Bangun tidur aku gak langsung beranjak, kuhirup nafas dalam-dalam….

ah!! bukan karena hari Minggu libur trus bisa seenaknya bangun siang. Satu alasan untuk itu. Karena hari itu adalah nafas terakhirku di tahun ke-16. Ya…nafas terakhir di tahun ke-16. Sambi mengingat-ingat hal apa yang sudah aku lakukan selama satu tahun ini, adakah suatu yang bisa membuatku bangga pada hidupku?? aku bertanya. Tentu ada.

Tak kuasa aku menahan air mata…(uwahh pagi-pagi mewek). Sehari itu hatiku sungguh berdebar tak terkendali. Semua aktivitas yag aku jalankan tak dapat menghilangkan ingatanku pada hari esok, hari dimana aku akan menemui diriku dengan umur yang telah bertambah satu. 17 tahun….rasanya hidup ini begitu cepat. Benarkah jarum jam penunjuk waktu tidak berjalan terlalu cepat?? Entahlah.

17 tahun, usia yang kata orang adalah usia terindah saat kita mulai beranjak dari anak-anak ke masa yang lebih berat tantangan hidupnya, yah..masa dewasa. Rasanya ngeri membayangkan harus meninggalkan saat-saat indah dulu kecil. Tambah ngeri lagi kalau membayangkan susahnya hidup jadi seorang dewasa. hah!!!

Mungkin memang ini sudah saatnya bagiku, dan bagi semua remaja seusiaku yang dag-dig-dug menyambut 17 tahun bahwa kita harus mampu menatap hari esok. Tidak semestinya kita terus terbelenggu dalam kungkungan sangkar masa kecil. Yah, setiap usia bertambah haruslah selaras dengan bertambahnya pemahaman kita pada makna hidup yang sudah kita usahakan ini.

Dulu waktu kecil tak pernah terlintas di benak kita bagaimana persaingan hidup yang semakin hari benar-benar semakin tinggi tingkat kompetisi manusia. Tak pernah terbersit sedikitpun kalau masa yag akan kita hadapi ini tak tanggung-tanggung menyeleksi setiap manusia yang berhak mencicipi manisnya masa depan. Saat itu hal yang bisa kita pikir hanyalah sekedar main, jajan dan tertawa bersama teman-teman.

Besuk, saat usiaku sudah benar-benar 17 tahun aku harus bisa menutup lembaran kelam masa sebelumnya. Sebisa mungkin harus ku tinggalkan sifat-sifat yang itu bisa merugikanku sendiri. Aku harus bisa mengubah kebiasaan-kebiasaan buruk yang melekat di sini, di sisi jiwaku. Saat usiaku 17 tahun, aku harus berani menatap hari esok, bahwa hidupku tidak boleh sia-sia. Akan kupenuhi janji-janjiku pada masa depan….akan kuusahakan semua mimpi yang pernah kurajut. Biarlah orang bilang aku hidup dari mimpi, biarlah orang mencibirku karena aku terlalu percaya pada diriku yang lemah di mata mereka. Aku gak akan peduli pada ucapan-ucapan yang membunuh keberanianku.

Hari ini , sehari sebelum usiaku 17…kuuntai doa pada TUHAN Yang Maha Rahman dan Rahim, kuucap syukur atas semua yang pernah aku dapat selama hidup ini, terlebih hembusan nafas ini.

Hari ini, sehari sebelum usiaku 17 …aku masih sedikit takut menghadapi kenyataan bahwa aku harus mulai berfikir dewasa.

Hari ini, sehari sebelum usiaku 17 …ku susun semua rencana-rencana hidupku yang kupegang kukuh sebagai rahasia alam…..masih sebagai rahasia.